JAKARTA. Pembangunan daerah tertinggal yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menjelang akhir masa jabatannya pada Oktober mendatang belum maksimal. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terhadap pengentasan daerah tertinggal, sampai saat ini masih banyak ketimpangan. Deputi Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Imron Bulkin mengatakan, secara khusus ketimpangan tersebut terjadi pada ketersediaan sarana publik. Menurutnya, sampai saat ini masih terdapat kesenjangan ketersediaan sarana prasarana publik yang cukup lebar antara daerah tertinggal dengan daerah yang maju. Khusus untuk sektor pendidikan, kesenjangan yang lebar tersebut telah membuat standar pelayanan minimum (SPM) jarak rata-rata yang harus ditempuh oleh siswa ke sekolah tidak terpenuhi. Untuk SD misalnya, rata- rata jarak yang harus ditempuh oleh siswa dari rumah ke sekolah di daerah tertinggal masih mencapai 9,75 kilometer (km). Jarak tersebut jauh dari rata-rata dengan jarak di daerah maju yang hanya 2,43 km dan nasional yang rata- ratanya 5,78 km.
Ketimpangan pembangunan di Indonesia masih tinggi
JAKARTA. Pembangunan daerah tertinggal yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menjelang akhir masa jabatannya pada Oktober mendatang belum maksimal. Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terhadap pengentasan daerah tertinggal, sampai saat ini masih banyak ketimpangan. Deputi Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Imron Bulkin mengatakan, secara khusus ketimpangan tersebut terjadi pada ketersediaan sarana publik. Menurutnya, sampai saat ini masih terdapat kesenjangan ketersediaan sarana prasarana publik yang cukup lebar antara daerah tertinggal dengan daerah yang maju. Khusus untuk sektor pendidikan, kesenjangan yang lebar tersebut telah membuat standar pelayanan minimum (SPM) jarak rata-rata yang harus ditempuh oleh siswa ke sekolah tidak terpenuhi. Untuk SD misalnya, rata- rata jarak yang harus ditempuh oleh siswa dari rumah ke sekolah di daerah tertinggal masih mencapai 9,75 kilometer (km). Jarak tersebut jauh dari rata-rata dengan jarak di daerah maju yang hanya 2,43 km dan nasional yang rata- ratanya 5,78 km.