KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah berpotensi menambah tekanan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga minyak bahkan bisa mengerek belanja subsidi, dan menimbulkan pelebaran defisit hingga lebih dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk diketahui, target defisit 2026 sebesar 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan realisasi defisit APBN 2025 mencapai 2,92% dari PDB. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai, apabila pemerintah menempuh kebijakan defisit lebih dari 3% PDB, tentu ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, dalam jangka pendek fiskal lebih lebar, tetapi jangka menengah akan mengalihkan beban fiskal saat ini di kemudian hari sebab pelebaran defisit dibiayai dengan utang.
Ketua Banggar Sebut Beban Fiskal Bertambah Bila Defisit APBN Lebih dari 3%,
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konflik di Timur Tengah berpotensi menambah tekanan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga minyak bahkan bisa mengerek belanja subsidi, dan menimbulkan pelebaran defisit hingga lebih dari 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk diketahui, target defisit 2026 sebesar 2,68% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan realisasi defisit APBN 2025 mencapai 2,92% dari PDB. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai, apabila pemerintah menempuh kebijakan defisit lebih dari 3% PDB, tentu ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, dalam jangka pendek fiskal lebih lebar, tetapi jangka menengah akan mengalihkan beban fiskal saat ini di kemudian hari sebab pelebaran defisit dibiayai dengan utang.
TAG: