KONTAN.CO.ID - Intel mengumumkan Ketua Dewan Direksi Frank Yeary akan pensiun setelah 17 tahun menjabat, menandai perubahan besar terbaru di tubuh produsen chip Amerika Serikat yang tengah berupaya bangkit di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan. Yeary, yang telah menjadi anggota dewan sejak 2009 dan menjabat sebagai ketua sejak 2023, akan resmi mundur setelah rapat umum pemegang saham tahunan pada Mei mendatang.
Baca Juga: Sektor Jasa Jepang Cetak Kinerja Terbaik Hampir Dua Tahun, PMI Menguat Posisi ketua dewan akan diisi oleh anggota dewan saat ini sekaligus eksekutif veteran industri semikonduktor, Craig Barratt. Kepergian Yeary menjadi perubahan signifikan bagi dewan Intel, setahun setelah Lip-Bu Tan menjabat sebagai CEO. Sejak memimpin, Tan menggulirkan rencana restrukturisasi yang menitikberatkan pada penguatan kembali manufaktur dan penyederhanaan struktur perusahaan melalui pemangkasan manajemen menengah. Intel pernah menjadi produsen chip dominan di AS selama beberapa dekade. Namun, perusahaan mulai tertinggal sekitar 2010 setelah gagal menghadirkan chip ponsel yang kompetitif dan tidak mampu mengimbangi laju manufaktur pesaingnya, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
Baca Juga: Bursa Jepang Tertekan, Nikkei Anjlok di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah Dalam pernyataannya, Yeary memuji kemajuan Intel dalam menghidupkan kembali teknologi manufakturnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama dewan memilih Lip-Bu Tan sebagai CEO tahun lalu. Namun, analis Seaport Securities Jay Goldberg menilai pengunduran diri Yeary sudah lama dinantikan. Menurutnya, banyak keputusan strategis yang dinilai keliru diambil Intel selama Yeary berada di dewan. Sejumlah mantan eksekutif Intel juga menyambut positif penunjukan Craig Barratt sebagai ketua dewan. Barratt, yang bergabung dengan dewan pada 2025, memiliki pengalaman panjang di industri semikonduktor, termasuk di Qualcomm dan sempat bekerja di Intel. Ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan mantan CEO Intel Craig Barrett.
Baca Juga: Dolar Menguat Rabu (4/3) Pagi, Euro Tertekan Seiring Lonjakan Harga Energi Intel menyatakan dewan direksi telah secara sengaja melakukan penyegaran dengan menambah anggota yang memiliki keahlian relevan dengan tantangan dan peluang masa depan perusahaan. Sejak menjabat, Lip-Bu Tan melakukan perubahan besar, termasuk memangkas sekitar 20% tenaga kerja pada tahun lalu sebagai bagian dari strategi menghadapi persaingan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mengoperasikan pabrik Intel dan mencari pelanggan baru untuk teknologi manufaktur generasi berikutnya yang dikenal sebagai 14A. Pada musim panas lalu, Tan sempat menjadi sorotan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan pengunduran dirinya terkait isu konflik kepentingan. Namun, hubungan keduanya kemudian membaik, dengan pemerintahan Trump dilaporkan menegosiasikan kepemilikan 10% saham di Intel alih-alih menyalurkan dana hibah melalui program CHIPS Act. Perombakan dewan ini menjadi bagian dari upaya Intel memperkuat tata kelola sekaligus mempercepat transformasi di tengah persaingan ketat industri chip global.