KONTAN.CO.ID -Â WASHINGTON. Pekan ini menjadi momen penting bagi pelaku pasar global. Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh akan menjalani kesaksian pertamanya di hadapan Kongres Amerika Serikat sejak resmi menjabat, bertepatan dengan rilis data inflasi yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Melansir Bloomberg (12/7), Warsh dijadwalkan memberikan keterangan di Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa (15/7) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah pemerintah merilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) Juni. Sehari kemudian, ia kembali bersaksi di Senat usai terbitnya data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI). Kombinasi dua agenda tersebut diperkirakan menjadi fokus utama investor untuk mengukur apakah tekanan inflasi mulai mereda atau justru kembali menguat. Survei Bloomberg menunjukkan inflasi AS diperkirakan melandai setelah harga-harga sempat melonjak pada Maret hingga Mei. Turunnya harga bensin diperkirakan mendorong indeks harga konsumen mencatat penurunan bulanan pertama sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. Meski demikian, tekanan di tingkat produsen diperkirakan masih bertahan karena dampak kenaikan harga energi akibat konflik di Iran belum sepenuhnya hilang dari rantai pasok. Bahkan, inflasi inti produsen tahunan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,9%.
Ketua The Fed Hadapi Ujian Perdana, Pasar Menanti Arah Suku Bunga AS
KONTAN.CO.ID -Â WASHINGTON. Pekan ini menjadi momen penting bagi pelaku pasar global. Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh akan menjalani kesaksian pertamanya di hadapan Kongres Amerika Serikat sejak resmi menjabat, bertepatan dengan rilis data inflasi yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Melansir Bloomberg (12/7), Warsh dijadwalkan memberikan keterangan di Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa (15/7) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah pemerintah merilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) Juni. Sehari kemudian, ia kembali bersaksi di Senat usai terbitnya data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI). Kombinasi dua agenda tersebut diperkirakan menjadi fokus utama investor untuk mengukur apakah tekanan inflasi mulai mereda atau justru kembali menguat. Survei Bloomberg menunjukkan inflasi AS diperkirakan melandai setelah harga-harga sempat melonjak pada Maret hingga Mei. Turunnya harga bensin diperkirakan mendorong indeks harga konsumen mencatat penurunan bulanan pertama sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020. Meski demikian, tekanan di tingkat produsen diperkirakan masih bertahan karena dampak kenaikan harga energi akibat konflik di Iran belum sepenuhnya hilang dari rantai pasok. Bahkan, inflasi inti produsen tahunan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,9%.
TAG: