Ketua Umum Periklindo Moeldoko Desak Pemerintah Gulirkan Insentif Kendaraan Listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik (Periklindo) Moeldoko meminta pemerintah segera kembali memberikan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mendorong pertumbuhan industri yang saat ini dinilai mengalami stagnasi.

Moeldoko mengatakan, Periklindo berperan sebagai jembatan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mempercepat perkembangan ekosistem EV di Indonesia.

Dalam posisi tersebut, Periklindo juga menampung aspirasi dunia usaha dan konsumen, termasuk terkait kebutuhan insentif.


Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik 2026, Industri Diminta Adaptif

Purnawirawan TNI AD itu mengungkapkan, penghentian insentif sebelumnya berdampak langsung pada penjualan kendaraan listrik di dalam negeri.

Banyak diler mengalami tekanan karena permintaan tertahan, sementara konsumen memilih menunggu kejelasan kebijakan dari pemerintah.

"Begitu dihentikan itu pada teriak itu diler-diler kita. Karena apa? Karena dia berhenti, stagnan. Berapa duit yang harus berhenti di situ. Customer-nya nunggu nih insentif dari pemerintah kapan nih turunnya. Ternyata enggak turun-turun. Maka kita lihat dalam satu tahun ini terjadi stagnansi yang cukup cukup tinggi itu bagaimana distribusinya enggak berjalan dengan baik ya penjualan," kata Moeldoko dalam Focus Discussion Group (FGD) di Menara Kompas, Rabu (8/4/2026).

Menurut Moeldoko, kondisi tersebut menyebabkan distribusi kendaraan listrik tidak berjalan optimal dalam setahun terakhir. Hal ini berpotensi menghambat target pengembangan industri EV nasional yang tengah digenjot pemerintah.

Periklindo pun mendorong agar pemerintah memberikan dukungan baik dalam bentuk insentif fiskal maupun nonfiskal. Ia menilai, pengguna EV telah berkontribusi terhadap negara sehingga sudah semestinya mendapatkan dukungan balik dari pemerintah.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Insentif Motor Listrik di 2026, Ini Kata Aismoli

"Untuk itu saran saya juga kepada pemerintah selalu saya tekankan, masyarakat yang menggunakan EV sudah memberikan sesuatu kepada pemerintah, pemerintah juga harus memberikan dong kepada pengguna EV. Fair dong kan begitu. Bentuknya apa? Bentuknya fiskal maupun non fiskal," jelasnya.

Selain insentif fiskal, Moeldoko juga menyoroti pentingnya dukungan nonfiskal, seperti kemudahan infrastruktur pengisian daya. Ia mencontohkan keseriusan China dalam menyediakan charging station yang terintegrasi di berbagai fasilitas publik hingga hunian.

Menurutnya, pemerintah perlu mempercepat penyediaan infrastruktur serupa agar adopsi kendaraan listrik di Indonesia dapat meningkat signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News