Khazanah Malaysia Arahkan Lebih Banyak Modal ke Jaringan Listrik dan Industri Chip



KONTAN.CO.ID - Dana kekayaan negara Malaysia Khazanah Nasional Bhd berencana mengalirkan lebih banyak modal untuk memperkuat sistem kelistrikan serta mendukung perusahaan semikonduktor domestik, seiring kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong siklus investasi berikutnya.

Lonjakan kebutuhan komputasi AI kini mengubah lanskap investasi global. Pasokan energi dan ketahanan jaringan listrik menjadi faktor utama daya saing, ujar Managing Director Khazanah, Amirul Feisal Wan Zahir, dalam wawancara dengan Reuters di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Senin (19/1/2026).

“Kebutuhan utama AI adalah daya komputasi, dan daya komputasi berarti energi. Dari situlah kami melihat peluang untuk menangkap pertumbuhan tersebut,” kata Amirul Feisal dalam forum Reuters Global Markets.


Baca Juga: Kebijakan Visa AS Berbuntut Panjang, Negara Lain Balas Setimpal

Di tengah derasnya aliran dana global ke pusat data (data center), Khazanah justru memilih fokus pada infrastruktur pendukung, khususnya sektor energi.

“Kami benar-benar melihat sisi energi, terutama ketahanan jaringan listrik,” ujarnya. Menurut dia, ketersediaan listrik yang murah dan andal, termasuk dari sumber energi terbarukan, akan menjadi kunci seiring skala infrastruktur AI yang terus membesar.

Fokus Semikonduktor, Bukan Data Center

Selain energi, Khazanah juga mencermati peluang pendanaan bagi perusahaan semikonduktor Malaysia agar dapat naik kelas dalam rantai nilai global, terutama di segmen advanced packaging.

“Kami melihat bagaimana Khazanah dapat membantu mendanai kebutuhan modal para pemain semikonduktor kami untuk bergerak ke rantai nilai yang lebih tinggi,” ujar Amirul Feisal.

Baca Juga: Ekspor Kopi Brasil Tembus Rekor US$15,6 Miliar pada 2025 Meski Volume Turun

Pemerintah Malaysia sendiri tengah menggulirkan berbagai kebijakan industri guna memperkuat posisi negara tersebut dalam rantai pasok chip global.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Mei 2024 menyatakan pemerintah menargetkan masuknya investasi semikonduktor sedikitnya 500 miliar ringgit Malaysia atau sekitar US$123,4 miliar.

Target tersebut didukung oleh insentif fiskal senilai setidaknya US$5,3 miliar, serta upaya membangun kapabilitas lokal di bidang desain chip dan advanced packaging.

Khazanah berinvestasi di dalam dan luar negeri lintas pasar, kelas aset, sektor, dan wilayah geografis. Portofolionya mencakup CIMB Group, bank terbesar kedua di Malaysia, serta maskapai nasional Malaysia Aviation Group.

Pada 2024, nilai aset bersih (net asset value/NAV) Khazanah meningkat 22% menjadi 103,6 miliar ringgit Malaysia dari 84,8 miliar ringgit pada tahun sebelumnya.

Amirul Feisal mengatakan porsi portofolio internasional Khazanah diperkirakan akan meningkat secara bertahap ke depan.

Baca Juga: Angka Kelahiran China Terendah Dekade Ini, Ada Apa Sebenarnya?

Terkait nilai tukar ringgit, ia menilai masih terdapat “ruang” bagi penguatan mata uang tersebut, bergantung pada pergerakan dolar Amerika Serikat.

Namun, ia tidak menyebutkan level spesifik, dengan alasan masih adanya ketidakpastian arah suku bunga AS.

Selanjutnya: Pencalonan Deputi Gubernur BI Bikin Pasar Risau

Menarik Dibaca: Promo Subway Fresh Deals 4 Hari, 3 Sandwich Cuma 100 Ribu & Cheezy Deals Hemat