KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Tim Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI yang juga pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali mengingatkan sejumlah perkara yang bisa merusak pahala saat pelaksanaan wukuf di Arafah nanti. Menurut dia, perkara-perkara tersebut harus dihindari agar ibadah yang dilakukan jamaah haji bisa maksimal. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perbuatan yang dapat merusak pahala ibadah, seperti riya atau sikap pamer agar ibadahnya dilihat dan dipuji orang lain. Selain itu, ia juga menyebut sifat ujub, yakni merasa diri paling hebat atau merasa memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain, sebagai sikap yang harus dihindari. “Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat yang merusak pahala," ujar Kiai Kafabihi dalam acara Fadilah Amaliyah di Masyair Muqoddasah yang digelar di Mushala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Senin (18/5/2026). Baca Juga: Pelayanan Jemaah Haji Berjalan dengan Baik, Pemerintah Fokus Pada Puncak Haji Kiai Kafabihi melanjutkan, supaya ibadah di Arafah bisa diterima semaksimal mungkin maka jamaah haji harus memiliki sifat yang ikhlas.
Kiai Kafabihi Ingatkan Jemaah Haji Hindari Riya dan Ujub Saat Wukuf di Arafah
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Tim Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI yang juga pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus Ali mengingatkan sejumlah perkara yang bisa merusak pahala saat pelaksanaan wukuf di Arafah nanti. Menurut dia, perkara-perkara tersebut harus dihindari agar ibadah yang dilakukan jamaah haji bisa maksimal. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah perbuatan yang dapat merusak pahala ibadah, seperti riya atau sikap pamer agar ibadahnya dilihat dan dipuji orang lain. Selain itu, ia juga menyebut sifat ujub, yakni merasa diri paling hebat atau merasa memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain, sebagai sikap yang harus dihindari. “Terus sifat sombong, takabur. Itu merupakan sifat al-muhlikat ya, sifat yang merusak pahala," ujar Kiai Kafabihi dalam acara Fadilah Amaliyah di Masyair Muqoddasah yang digelar di Mushala Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Senin (18/5/2026). Baca Juga: Pelayanan Jemaah Haji Berjalan dengan Baik, Pemerintah Fokus Pada Puncak Haji Kiai Kafabihi melanjutkan, supaya ibadah di Arafah bisa diterima semaksimal mungkin maka jamaah haji harus memiliki sifat yang ikhlas.
TAG: