Kian Diminati, Transaksi BI Fast di Sejumlah Bank Melejit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan BI-Fast yang bisa digunakan untuk transfer antar bank nampaknya semakin diminati. Jumlah transaksi di sejumlah perbankan pun terlihat terus meningkat.

Jika mengacu pada proyeksi Bank Indonesia (BI), layanan BI Fast diperkirakan mampu tumbuh hingga 74% secara tahunan. Di mana, nilai transaksinya diproyeksikan bisa mencapai Rp 9.971 triliun pada 2024, dan di tahun 2025 sebesar Rp 14.119 triliun.

Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, salah satu program yang menjadi unggulan BI di tahun 2024 adalah pengembangan sistem pembayaran BI Fast. Juda mengatakan BI Fast akan lebih terinterkoneksi, interoperabilitas dan terintegrasi dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).


PT Bank Mandiri mencatat, sampai dengan bulan Januari 2024, perseroan telah memproses lebih dari 40 juta transaksi BI Fast atau naik sebesar 35% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan year to date (YTD) Januari 2023 dengan nominal transaksi yang diproses lebih dari Rp 120 triliun.

Baca Juga: Mudah dan Praktis Pantau Investasi dengan Fitur Aset KSEI di BRImo

"Saat ini di Bank Mandiri, jumlah transaksi BI-FAST secara proporsi telah menguasai lebih dari 70% transaksi transfer online pada posisi YTD Januari 2024. Ini menunjukkan bahwa fitur BI-FAST sudah menjadi pilihan utama nasabah dalam melakukan transaksi transfer antar Bank," ungkap Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi kepada kontan.co.id beberapa waktu lalu.

Thomas membeberkan, bahwa tren transaksi BI Fast terus menunjukkan nilai positif setiap bulannya dan pihaknya melihat ini akan terus naik secara kontinyu dengan semakin banyaknya nasabah yang familiar dengan layanan BI Fast. Di tahun 2024, Bank Mandiri menargetkan frekuensi transaksi BI-FAST bisa naik diatas 50% YoY.

"Transaksi BI-FAST di Bank Mandiri didominasi oleh channel Livin’ by Mandiri," katanya.

Dalam meningkatkan target transaksi Bi-Fast hingga akhir tahun, Bank Mandiri terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada nasabah terkait kemudahan menggunakan fitur BI-FAST untuk melakukan transaksi transfer antar bank.

Selain itu secara bertahap Bank Mandiri akan membuka fitur ini di channel-channel lainnya untuk mempermudah semua segmen nasabah melakukan transaksi BI-FAST.

Adapun Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat, sejak tahun 2023, total transaksi BI-FAST Bank BTN mencapai 28,7 juta volume transaksi, dengan nominal transaksi mencapai Rp 71,6 triliun. Sejak implementasi BI FAST di bulan Desember 2021 sampai saat ini transaksi BI-FAST juga telah memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 29,5 miliar.

Andi Nirwoto, Direktur IT BTN menyampaikan, perkembangan transaksi BI-FAST Bank BTN saat ini mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena tarif biaya yang dikenakan lebih murah dibandingkan dengan layanan transfer online lainnya. 

Baca Juga: Lakukan Penyertaan Modal Rp 149,96 Miliar, BJB Resmi Jadi Pengendali Bank Bengkulu

"Selain hal tersebut, pertumbuhan transaksi juga dipengaruhi oleh makin beragamnya channel transaksi BI-FAST di Bank BTN yaitu melalui loket, mobile banking dan Cash Manegement System (CMS) sehingga nasabah memiliki lebih banyak pilihan layanan selama 24/7 tanpa dibatasi waktu," tuturnya.

Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna New Mobile Banking serta implementasi fitur layanan baru dari BTN diharapkan nasabah dapat lebih aktif bertransaksi khususnya menggunakan layanan infrastruktur BI-FAST sehingga pada tahun 2024 BTN menargetkan volume transaksi BI-FAST dapat tumbuh di atas 50% dari tahun sebelumnya. 

Andi menjelaskan, untuk mendorong transaksi BI-FAST di Bank BTN, saat ini Bank BTN telah meluncurkan New Mobile Banking dengan tampilan yang lebih menarik, friendly dan fitur yang lebih lengkap sehingga lebih memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi khususnya transfer dana melalui BI-FAST. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Hera F. Haryn juga optimistis jumlah transaksi BI Fast akan terus meningkat sejalan dengan diimplementasikannya BI Fast di sejumlah kanal BCA. Hanya saja, ia tak menyebutkan target pertumbuhannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi