KIJA kaji proyek pembangkit listrik dengan Jepang



JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) sedang menjajaki kerjasama dengan investor asal Jepang untuk membangun pembangkit listrik (power plant) kedua berkapasitas 300 Megawatt di Cikarang, Jawa Barat.

Direktur utama PT Jababeka Infrastruktur, anak usaha KIJA, Tjahyadi Rahardja mengatakan, jika penjajakan dengan Jepang terealisasi maka pembangunan pembangkit listrik ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. “Tapi ini masih dalam tahap pembicaraan,” ujar Tjahyadi di Jakarta, Rabu (11/2).

Perseroan memprediksi pembangunan pembangkit listrik tersebut akan menelan biaya sekitar US$ 300 juta dolar. Tjahyadi bilang, nantinya seluruh listrik yang akan diproduksi akan dijual ke PLN.


Tjahyadi bilang, pembicaraan dengan investor Jepang belum sampai  ke skema kerjasama. Namun yang pasti, perseroan berharap tetap memiliki porsi mayoritas. “Tapi kita kan gak tahu maunya Jepang seperti apa,” ujarnya.

Sejak tahun 2013, KIJA melalui anak usahanya PT Bekasi Power telah mengoperasikan pembangkit listrik  tenaga gas dan uap (PLTGU) pertamanya dengan kapasitas 130 MW.  Seluruh listrik yang dihasilkan dijual ke PLN dengan harga Rp 1.050 per kilo watt hours (kWh) dengan masa kontrak 20 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa