KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kilang independen China mulai membeli minyak mentah Iran dengan harga premium terhadap acuan Brent untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini terjadi seiring turunnya harga minyak global serta ekspektasi meningkatnya permintaan dari India setelah pelonggaran sementara sanksi oleh Amerika Serikat. Dalam laporan Reuters, Jumat (10/4/2026), disebutkan bahwa India bersiap menerima kargo minyak Iran pertamanya dalam tujuh tahun terakhir. Hal ini dimungkinkan setelah Washington memberikan pengecualian sementara terhadap sanksi minyak Iran yang berada di laut, menyusul dampak konflik di Timur Tengah.
Harga Minyak Iran Berbalik Premium
Selama ini, minyak Iran biasanya diperdagangkan dengan diskon terhadap Brent akibat sanksi internasional. Namun, kondisi pasar terbaru menunjukkan perubahan signifikan.
Baca Juga: Dubai Batasi Penerbangan Asing hingga Akhir Mei, Maskapai India Paling Terpukul Setidaknya dua kilang independen di Dongying, pusat utama kilang “teapot” di Provinsi Shandong, membeli minyak Iranian Light dengan premium sekitar US$1,50 hingga US$2 per barel di atas Brent pada pekan ini. Sebelum konflik, minyak Iran diperdagangkan dengan diskon hingga US$10 per barel. Kargo minyak tersebut saat ini berada di perairan dekat China dan dijadwalkan dikirimkan dalam bulan ini. Salah satu sumber perdagangan menyebutkan bahwa ini merupakan pertama kalinya sejak 2022 kilang independen China membeli minyak Iran dengan harga premium terhadap Brent.
Dampak Penurunan Harga Minyak Global
Kilang independen China, yang dikenal sebagai “teapots”, merupakan pembeli terbesar minyak Iran. Mereka memanfaatkan kuota impor baru dari pemerintah Beijing untuk mengamankan pasokan cepat setelah harga minyak Brent turun sekitar 13% hingga di bawah US$100 per barel. Penurunan harga ini terjadi setelah pengumuman gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah. Namun, harga kembali menguat sekitar 1% karena lalu lintas di Selat Hormuz masih terganggu.
Baca Juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak Tambahan 20 Hari, Antisipasi Krisis Energi Dalam Negeri Margin Kilang Meningkat
Margin pengolahan kilang independen meningkat berkat kombinasi harga minyak mentah yang lebih rendah dan kenaikan harga bahan bakar domestik di China. Pemerintah China sebelumnya menaikkan batas atas harga bensin dan solar masing-masing sebesar 420 yuan dan 400 yuan per metrik ton. Kondisi ini mendorong kilang untuk meningkatkan pembelian minyak Iran guna pengiriman cepat, demi memaksimalkan keuntungan. Perencana negara China juga telah meminta kilang independen untuk tidak menurunkan tingkat pengolahan di bawah rata-rata dua tahun terakhir. Langkah ini bertujuan menjaga pasokan bahan bakar domestik di tengah penurunan produksi oleh kilang milik negara.