KONTAN.CO.ID - RIYADH. Fasilitas Ras Tanura milik Saudi Aramco menjadi sasaran percobaan serangan drone pada Rabu (4/3/2026). Informasi ini disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi melalui media sosial X, dua hari setelah insiden serupa di kompleks yang sama. Menurut otoritas Saudi, serangan tersebut tidak menimbulkan kerusakan. Kantor berita negara juga mengutip sumber Kementerian Energi yang memastikan pasokan minyak tidak terganggu.
“Tidak ada dampak terhadap pasokan,” tegas sumber tersebut. Meski demikian, tiga sumber terpisah mengatakan kepada Reuters bahwa Ras Tanura memang sempat terdampak, tanpa merinci kerusakan apa pun. Ras Tanura merupakan lokasi kilang domestik terbesar Arab Saudi sekaligus terminal utama ekspor minyak mentah kerajaan.
Baca Juga: Ekspor Minyak Arab Saudi ke China Diperkirakan Turun Jadi 40 Juta Barel pada November Ketegangan kawasan turut membayangi situasi ini. Arab Saudi bersama produsen minyak Teluk lainnya—seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak—tidak dapat mengalirkan minyak melalui Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Jumat lalu. Sebagai langkah pencegahan, ratusan kapal dilaporkan berlabuh di kedua sisi selat, sementara Iran menyatakan akan menembak kapal yang mencoba melintas. Ras Tanura berada di pantai timur Arab Saudi di kawasan Teluk. Sejumlah sumber menyebut Aramco tengah berupaya mengalihkan sebagian ekspor minyak mentah ke Laut Merah untuk menghindari jalur tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Aramco belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.
Baca Juga: AS Tetapkan Arab Saudi sebagai Sekutu Utama Non-NATO, Trump Umumkan Langsung Fasilitas energi Saudi yang dijaga ketat bukan kali pertama menjadi target. Pada September 2019, serangan drone dan rudal ke pabrik Abqaiq dan Khurais sempat melumpuhkan lebih dari setengah produksi minyak kerajaan dan mengguncang pasar global. Ras Tanura sendiri pernah diserang pada 2021 oleh Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran—serangan yang kala itu dinyatakan gagal oleh Riyadh.