Kilang Pertamina Internasional Olah 330 Juta Barel Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) membukukan kinerja operasional positif sepanjang 2025. Total bahan baku yang diolah KPI pada Januari–Desember 2025 menembus lebih dari 330 juta barel, melampaui target awal sekitar 315 juta barel.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan, pencapaian itu terlihat dari meningkatnya jumlah total bahan baku yang diolah sepanjang Januari hingga Desember 2025 yang mencapai lebih dari 330 juta barel. Bahan baku ini terdiri dari minyak mentah, produk intermedia (Naphta dan HOMC) serta gas.

"Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sekitar 315 juta barel atau diatas target sekitar 5,8%," jelas Taufik dalam keterangan resmi, Sabtu (31/01/2026).


Baca Juga: Pertamina Datangkan 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair ke Kilang Cilacap

Selain peningkatan intake, KPI juga mencatatkan total yield valuable product sebesar 83% dari volume intake. Angka tersebut mencerminkan efektivitas proses pengolahan dalam menghasilkan BBM, non-BBM (NBBM), hingga produk petrokimia.

Taufik menambahkan, keandalan kilang juga terus dijaga melalui pencapaian indikator Plant Availability Factor (PAF). Operasional kilang menunjukkan tren positif melalui peningkatan intake, yield valuable, efisiensi energi, serta penguatan keandalan fasilitas.

Di sisi operasional, Kilang Cilacap menjadi salah satu kontributor kinerja melalui inovasi perubahan mode operasi lewat program Block Mode Kilang 1. Melalui program tersebut, Kilang Cilacap mampu meningkatkan porsi produk valuable hingga 89%.

KPI juga melakukan optimalisasi pengadaan bahan baku serta diversifikasi produk. Produksi produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, termasuk low sulphur fuel, biofuel seperti Green Diesel/HVO, serta Pertamina Sustainable Aviation Fuel (Pertamina SAF), turut meningkat sepanjang 2025.

Adapun proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi salah satu capaian strategis utama. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan hingga 360.000 barel per hari, dengan kualitas produk setara Euro 5 serta kompleksitas kilang yang lebih tinggi. Proyek RDMP Balikpapan telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

Baca Juga: Mengukur Kesiapan Revitalisasi Kilang Dumai Usai RDMP Balikapapan

Selanjutnya: Bersiap Hujan Ringan, Ini Prakiraan Cuaca & Suhu Kota Makassar Minggu (1/2)

Menarik Dibaca: Poco X8 Pro Max Rilis, Strategi Berani Poco di Pasar Smartphone

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News