Kilau Emas Kian Bersinar di 2024, Begini Prospeknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas masih bertahan di atas level US$ 2.000 per ons troi. Berdasarkan data tradingeconomics.com, harga emas di pasar spot naik 0,22% ke level US$2.067,11 per ons troi pada perdagangan Selasa (2/1) per pukul 19.13 WIB. 

Sementara sepanjang tahun 2023, harga emas spot meningkat 13,58% menjadi US$ 2.071,8 per ons troi di akhir Desember lalu. Ini merupakan kenaikan tahunan pertama dalam tiga tahun terakhir dan mencatat rekor harga tertinggi baru di US$ 2.145 pada awal Desember 2023. 

Baca Juga: Berpotensi Naik Lagi, Emas bakal Tetap Jadi Safe Haven Andalan di 2024


Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, prospek emas di tahun 2024 tetap kuat. Ketertarikan terhadap emas di tahun ini utamanya didukung oleh potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat The Fed. 

Jika pelonggaran moneter terjadi, imbal hasil yang ditawarkan obligasi pemerintah jangka pendek dipastikan cenderung menurun. Hal ini menguntungkan bagi emas karena obligasi pemerintah merupakan pesaing aset investasi yang aman. 

Selain itu, ketika suku bunga turun karena perlambatan atau resesi ekonomi, saham mungkin kesulitan memberikan imbal hasil yang positif.

"Emas pada akhirnya berfungsi sebagai lindung nilai terhadap risiko dan ketakutan ekonomi, menawarkan kualitas diversifikasi yang unik pada portofolio investor karena tidak berkorelasi dengan obligasi dan saham," tutur Sutopo saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (2/1).

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke US$2.074 di Tengah Harapan Penurunan Suku Bunga AS

Sutopo memperkirakan, harga emas punya potensi untuk terkoreksi kembali ke US$ 2.000 atau di bawah sedikit pada kisaran US$ 1.975 per ons troi. Level tersebut dapat menjadi harga yang pantas dipertimbangkan untuk membeli kembali. 

Sutopo memprediksi, emas akan diperdagangkan di level US$ 2.108,37 per ons troi pada akhir kuartal I-2024. Sementara untuk 12 bulan ke depan, harga emas berpeluang diperdagangkan di US$ 2.2002,61 per ons troi dan berpotensi menyentuh rekor harga tertinggi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto