KONTAN.CO.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji akan memperluas dan memperdalam kerja sama dengan Rusia. Kim juga menyatakan dukungan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang yang disebutnya sebagai perjuangan “suci” untuk membela kepentingan keamanan negaranya dan keadilan internasional.
Baca Juga: Wrexham Milik Ryan Reynolds Tersandung Masalah Izin Pembangunan Melansir
Reuters, pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam pesan balasan kepada Putin yang dikirim pada Senin (14/9/2026) menyusul ucapan selamat dari Putin atas peringatan 78 tahun berdirinya Korea Utara. Pesan itu kemudian dipublikasikan media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Selasa (15/9). Kim mengatakan pemerintah Pyongyang memiliki tekad kuat untuk memperluas kerja sama dengan Rusia secara “komprehensif”, dengan berlandaskan persahabatan, saling membantu, serta hubungan aliansi antara kedua negara. Kim juga mengaku yakin Rusia akan meraih kemenangan dalam “perang suci untuk membela kepentingan keamanan negara dan keadilan internasional”. Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada perang Rusia di Ukraina.
Baca Juga: CEO Nvidia Jensen Huang dan Trump Kompak Dukung Perkembangan Industri AI Pemimpin Korea Utara itu turut menegaskan “dukungan yang tidak berubah” kepada Putin dan rakyat Rusia. Hubungan Moskow dan Pyongyang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Korea Utara diketahui mengirim pasukan untuk bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina pada 2024. Kedua negara juga memperdalam kerja sama militer berdasarkan pakta pertahanan bersama.
Kedekatan Korea Utara dan Rusia menjadi sorotan karena kerja sama tersebut tidak hanya mencakup hubungan politik dan ekonomi, tetapi juga bidang pertahanan. Kim sebelumnya juga menyampaikan pesan serupa kepada Presiden China Xi Jinping. Dalam pesan yang dipublikasikan KCNA pada Minggu (13/9), Kim mengatakan Korea Utara akan bekerja sama dengan China untuk mengembangkan persahabatan tradisional kedua negara dan memajukan kepentingan bersama dalam perjuangan sosialis. Pesan kepada Putin dan Xi tersebut merupakan balasan atas surat ucapan selamat yang dikirim kedua pemimpin pada 9 September, bertepatan dengan peringatan 78 tahun berdirinya Korea Utara.
Baca Juga: Hakim AS Blokir Aturan Trump, Mahasiswa Asing Selamat dari Batas 4 Tahun