Kim Jong Un Janji Dukung Penuh Perjuangan Suci Vladimir Putin Melawan Ukraina



KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjanjikan dukungan penuhnya terhadap “perjuangan suci” Presiden Rusia Vladimir Putin melawan Ukraina pada hari Rabu (13/9/2023).

Mengutip Fox News, Putin menjamu Kim untuk pertemuan puncak yang jarang terjadi di fasilitas luar angkasa di timur jauh Rusia pada hari Rabu. Ini merupakan pertemuan pertama keduanya dalam empat tahun. 

Diprediksi, Putin mencari dukungan lebih lanjut ke negara lain untuk perangnya di Ukraina karena sumber daya militer semakin terbatas. Sementara, rezim Kim ingin mendapatkan bantuan untuk program luar angkasa dan perekonomiannya yang terpuruk.


“Rusia kini bangkit dalam perjuangan suci untuk mempertahankan kedaulatan negaranya dan melindungi keamanannya,” kata Kim kepada pemimpin Rusia tersebut dalam kata-kata yang dirilis oleh Kremlin dalam sebuah video yang dilaporkan oleh Washington Post. 

Kim menambahkan, “Kami selalu mendukung semua keputusan Presiden Putin dan pemerintah Rusia. Saya berharap kita akan selalu berdiri bersama dalam perjuangan melawan imperialisme.”

Putin juga menyambut Kim dengan kata-kata hangat, dan berjanji akan memperkuat hubungan ekonomi selama 75 tahun ke depan. 

Baca Juga: Kim Jong Un-Vladimir Putin Saling Puji, Jong Un: Rusia akan Menang Lawan Kejahatan

Putin menyatakan bahwa, "Negara kami adalah negara pertama yang mengakui negara DPRK yang berdaulat dan merdeka." 

Rezim Putin dan Kim telah terisolasi dari komunitas global, seiring adanya gelombang sanksi yang menghancurkan perekonomian mereka dan menyisakan sedikit peluang untuk kemitraan lainnya.

Korea Utara bukanlah aktor pertama yang menjadi sasaran Rusia dalam upayanya mengisi kembali pasokan senjatanya. Putin juga telah membeli rudal dan drone peledak dari Iran, selain pasokan lainnya.

Sementara itu, AS telah memperingatkan bahwa kesepakatan senjata apa pun antara Korea Utara dan Rusia akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang disetujui oleh Rusia sendiri. Kesepakatan apa pun kemungkinan besar akan fokus pada peluru artileri dan amunisi.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik Saat Kim Jong Un Kunjungi Rusia

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie