Kim Jong Un Meminta Senjata Nuklir Korea Utara Segera Disiapkan



KONTAN.CO.ID - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali meminta militernya untuk mempercepat persiapan perang. Salah satu perintahnya juga mencakup percepatan program nuklir.

Media resmi Korea Utara, KCNA, pada hari Kamis (28/12) menyampaikan bahwa perintah itu disampaikan Kim pada pertemuan partai akhir tahun negara. Di kesempatan itu, Kim diperkirakan akan mengungkap keputusan-keputusan kebijakan penting untuk tahun 2024.

Perintah itu juga keluar hanya seminggu setelah Kim menyampaikan pesan secara luas bahwa Korea Utara tidak akan ragu melancarkan serangan nuklir jika diprovokasi dengan nuklir.


"Kim meminta partai (yang berkuasa) untuk lebih mempercepat persiapan perang di berbagai sektor, termasuk senjata nuklir dan pertahanan sipil," tulis KCNA mengutip perkataan sang pemimpin.

Kim juga menekankan bahwa situasi militer di semenanjung Korea telah menjadi ekstrem karena konfrontasi anti-Utara yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Korea Selatan Menandatangani Kontrak Pembelian 20 Jet Tempur F-35A dari AS

Tantangan Dari Korea Selatan, AS, dan Jepang

Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang telah meningkatkan kerja sama pertahanan dalam menghadapi serangkaian uji coba senjata Korea Utara.

Ketiga negara itu bahkan sampai mengaktifkan sistem untuk berbagi data real-time mengenai peluncuran rudal Korea Utara.

Awal bulan ini kapal selam bertenaga nuklir milik AS telah tiba di pelabuhan Busan, Korea Selatan. Tak lama setelahnya, AS menerbangkan pesawat pembom jarak jauh B-52 dalam latihan dengan Korea Selatan dan Jepang.

Bagi Korea Utara, partisipasi aset militer AS dalam latihan bersama di semenanjung Korea merupakan langkah provokatif perang nuklir yang disengaja.

Aliansi Barat itu pada dasarnya khawatir akan meningkatnya intensitas uji coba rudal Korea Utara tahun ini. Baru-baru ini Kim mendefinisikan tahun 2023 sebagai tahun perubahan besar yang membuat Korea Utara semakin dekat dengan kemenangan.

Baca Juga: Ekonomi Korea Utara Menyusut Tiga Tahun Berturut-turut

Ancaman Perang Nuklir

Pada pertemuan partai berkuasa akhir tahun lalu, Kim juga menyerukan adanya peningkatan persenjataan nuklir Korea Utara secara eksponensial.

AS dan Korea Selatan yang takut atas langkah Kim baru-baru ini mengadakan pertemuan Kelompok Konsultatif Nuklir di Washington. Kedua negara membahas opsi pencegahan nuklir jika terjadi konflik dengan Korea Utara.

Dengan tegas keduanya mengatakan bahwa setiap serangan nuklir dari Korea Utara ke AS atau atau Korea Selatan akan mengakhiri rezim Kim.

Sebagai respons, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengecam rencana rivalnya itu untuk memperluas latihan militer gabungan tahunan pada tahun depan dengan memasukkan latihan operasi nuklir.

Menurut kementerian, aksi itu merupakan deklarasi terbuka mengenai konfrontasi nuklir.

Tahun lalu Korea Utara mendeklarasikan dirinya sebagai negara dengan kekuatan nuklir yang tidak dapat diubah. Negara ini juga berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah menghentikan program nuklirnya.