KONTAN.CO.ID - Stabilitas politik di Semenanjung Korea kembali menjadi sorotan dunia setelah Kim Jong Un secara resmi terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea (WPK). Langkah ini menegaskan keberlanjutan kepemimpinan absolutnya di Korea Utara, terutama dalam ambisi memperkuat postur pertahanan militer dan kekuatan nuklir negara tersebut. Baca Juga: Profil El Mencho, Bos Kartel Meksiko yang Tewas dalam Operasi Militer
Detail Penguatan Militer dan Kekuatan Nuklir
Dalam laporan resminya, pihak otoritas memberikan apresiasi tinggi kepada Kim Jong Un atas perannya meningkatkan prestise negara di kancah internasional. Kepemimpinannya dinilai berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung perjuangan revolusioner Korea Utara. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam laporan tersebut:- Transformasi Militer: Kim Jong Un dinilai sukses mengubah militer Korea Utara menjadi angkatan bersenjata elit dan sangat kuat.
- Kekuatan Nuklir: Terdapat peningkatan radikal pada daya getar perang (war deterrence) negara dengan menjadikan kekuatan nuklir sebagai poros utama pertahanan.
- Revisi Aturan Partai: Pertemuan tersebut juga menyetujui adanya revisi pada aturan internal partai, meskipun detail perubahan tersebut belum diungkapkan ke publik.
- Pemilihan Komite: Selain posisi Sekjen, kongres ini juga memilih anggota baru untuk Komite Sentral Partai.
Agenda Utama Kongres Kesembilan WPK
Kongres partai ini merupakan agenda besar yang biasanya diadakan setiap lima tahun sekali selama beberapa hari. Berikut adalah agenda yang terpantau selama pelaksanaannya:- Evaluasi capaian militer dan ekonomi selama lima tahun terakhir.
- Pengukuhan kembali posisi kepemimpinan tertinggi negara.
- Penetapan arah kebijakan strategis untuk menghadapi tekanan internasional.
- Penyusunan langkah-langkah baru dalam pengembangan teknologi persenjataan.