KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kimi Antonelli mencatatkan sejarah baru di ajang Formula 1 (F1) setelah memastikan gelar juara dunia pada usia 20 tahun 68 hari. Pembalap Mercedes tersebut mengunci gelar juara usai finis di posisi ketiga dalam Grand Prix (GP) Mexico City, Minggu (1/11/2026). Balapan yang berlangsung di Autodromo Hermanos Rodriguez tersebut dimenangi oleh Max Verstappen dari Red Bull. Meski hanya finis ketiga, Antonelli berhasil mengamankan keunggulan 119 poin yang tidak mungkin lagi terkejar oleh pesaingnya. Antonelli menjadi juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah, mengalahkan rekor Sebastian Vettel dari Jerman yang meraih gelar pertamanya bersama Red Bull pada usia 23 tahun 134 hari pada 2010.
Pembalap asal Italia tersebut juga menjadi juara dunia F1 pertama dari Italia sejak Alberto Ascari pada 1953. Antonelli tidak mampu menahan emosinya saat melewati garis finis. Ia menangis bahagia melalui komunikasi radio dengan tim Mercedes.
Baca Juga: Tiga Maskapai China Terancam Rugi Sepanjang 2026 "Juara dunia, Kimi," ujar Peter Bonnington, race engineer Antonelli, melalui radio tim. "Kita berhasil, terima kasih banyak," jawab Antonelli dengan suara terbata-bata. Orang tua dan saudara perempuan Antonelli hadir di lokasi untuk menyambutnya setelah turun dari mobil. Ia juga langsung dikerumuni kru Mercedes yang merayakan keberhasilan tersebut. "Saya tidak bisa berkata-kata. Saya masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi," ujar Antonelli kepada penonton. "Ini merupakan musim yang luar biasa, dan bisa berbagi podium dengan Max dan Lewis benar-benar luar biasa. Saya menantikan pertarungan lainnya di masa depan." Ia mengaku merasakan tekanan lebih besar sepanjang akhir pekan balapan. "Pada akhir pekan ini, saya memang merasa sedikit lebih tegang, tetapi saya sangat bahagia karena kami berhasil menyelesaikannya. Sekarang kami bisa menikmati sisa musim ini," tambahnya. Antonelli mengatakan dirinya sempat mengurangi kecepatan pada putaran terakhir karena emosinya sulit dikendalikan. "Pada putaran terakhir, saya hanya mengurangi kecepatan karena saya benar-benar tidak bisa melihat lintasan. Saya mulai terbawa emosi," katanya dalam konferensi pers. "Jadi, yang penting adalah membawa mobil sampai garis finis."
Verstappen Naik ke Posisi Kedua Klasemen F1
Max Verstappen berhasil meraih kemenangan ke-74 sepanjang kariernya di F1 sekaligus kemenangan keenam di GP Mexico City. Juara dunia empat kali tersebut mengungguli Lewis Hamilton dengan selisih 0,799 detik. Antonelli finis sekitar empat detik di belakang Verstappen. Hasil GP Mexico City turut mengubah posisi klasemen pembalap. Verstappen naik ke posisi kedua, sementara Hamilton berada di peringkat ketiga. George Russell, rekan setim Antonelli di Mercedes, harus puas finis keenam. Russell sebelumnya wajib menang untuk mempertahankan peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia. Russell kini turun ke posisi keempat dengan selisih 130 poin dari Antonelli. Mercedes juga semakin dekat dengan gelar juara konstruktor. Tim tersebut mengumpulkan 630 poin, unggul atas Ferrari yang memiliki 504 poin. Mercedes berpeluang memastikan gelar juara konstruktor pada GP Brasil pekan depan. Sementara itu, Lando Norris dari McLaren yang berstatus juara bertahan finis kelima.
Baca Juga: Bos Minyak Ini Ingatkan Cadangan Penyangga Pasokan Energi Dunia Telah Terkuras Oscar Piastri, rekan setim Norris, awalnya finis ketujuh. Namun, ia mendapat penalti 10 detik karena menyebabkan tabrakan dan turun ke posisi ke-15. Penalti pascabalapan juga mengubah posisi sejumlah pembalap. Liam Lawson dari Racing Bulls naik ke posisi ketujuh, Gabriel Bortoleto dari Audi ke posisi kedelapan, dan Isack Hadjar dari Red Bull ke posisi kesembilan. Ryo Hirakawa berhasil mengamankan satu poin setelah finis di posisi ke-10 dalam debutnya bersama Haas.
GP Mexico City Diwarnai Kecelakaan dan Red Flag
GP Mexico City berlangsung dramatis dengan dua periode safety car, sejumlah kecelakaan, serta penghentian balapan selama 33 menit. Balapan dihentikan pada lap ke-46 dari total 71 lap setelah Valtteri Bottas mengalami kerusakan suspensi depan kiri pada kecepatan tinggi. Mobil Cadillac yang dikendarainya kehilangan kendali dan menghantam pembatas di tikungan pertama. Bottas sempat mendapatkan perawatan medis di dalam mobil sebelum berjalan menuju ambulans sambil mengacungkan jempol. Ia kemudian dibawa ke pusat medis dan diperbolehkan meninggalkan lokasi. Setelah balapan kembali dimulai, Verstappen mempertahankan posisi terdepan. Hamilton memberikan tekanan, sementara Antonelli berhasil melewati Leclerc. Safety car kembali masuk setelah Lindblad dan Piastri terlibat tabrakan. Balapan kemudian dilanjutkan dengan sembilan lap tersisa. Verstappen berhasil mempertahankan keunggulannya hingga garis finis dan memastikan kemenangan di Mexico City.
Hamilton dan Leclerc Terlibat Insiden di Awal Balapan
Lewis Hamilton memulai balapan dari pole position untuk pertama kalinya bersama Ferrari dalam balapan Grand Prix penuh. Ini merupakan pole position ke-105 sepanjang kariernya. Hamilton mempertahankan posisi terdepan pada awal balapan, sementara Charles Leclerc berada di belakangnya setelah memulai dari posisi ketiga. Keduanya sempat bersaing ketat di tikungan awal. Leclerc kemudian memotong tikungan keempat dan melewati area rumput saat berusaha merebut posisi terdepan. Situasi tersebut dimanfaatkan Verstappen untuk mengambil posisi kedua. Hamilton mengungkapkan kekecewaannya melalui radio tim. "Didorong keluar oleh rekan setim saya sendiri," ujar Hamilton.
Baca Juga: Selisih US$ 250, Negeri Tetangga Ini Diprediksi Kalahkan PDB Per Kapita Indonesia Stewards kemudian menjatuhkan penalti lima detik kepada Leclerc. Namun, hukuman tersebut tidak banyak membantu Hamilton karena Leclerc tetap berada di depan setelah keduanya melakukan pit stop pada lap ke-28 dan ke-29. "Masalah dengan penalti lima detik adalah dia mendapatkan lintasan yang bersih dan tidak perlu mengelola kondisi seperti pembalap lainnya. Dia seharusnya mengembalikan posisi," ujar juara dunia tujuh kali tersebut. Stewards menyatakan kedua mobil tidak akan mampu melewati tikungan dengan baik mengingat kecepatan mereka saat insiden terjadi.
George Russell juga mengalami masalah pada awal balapan. Pembalap Inggris tersebut kehilangan posisi dari barisan depan dan turun ke posisi kelima. Russell kemudian terlibat tabrakan dengan Hadjar, yang menyebabkan mobil Red Bull tersebut keluar lintasan. Russell dijatuhi penalti 10 detik. Sementara itu, Hadjar masuk pit untuk mengganti ban setelah virtual safety car diberlakukan pada lap ketujuh. Situasi tersebut terjadi setelah Lance Stroll menghentikan mobil Aston Martin miliknya di lintasan. GP Mexico City akhirnya menjadi panggung bersejarah bagi Antonelli yang berhasil memastikan gelar juara dunia F1 sekaligus mematahkan rekor Vettel sebagai juara termuda dalam sejarah Formula 1.