JAKARTA. Perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk akan mulai mengoperasikan pabrik garam farmasi tahap I di Jawa Timur pada bulan depan. Pembangunan pabrik berkapasitas 2.000 ton per tahun ini menelan dana investasi Rp 25 miliar. Tahun depan, Kimia Farma akan mulai menggarap pembangunan pabrik garam farmasi tahap II. Proses pembangunan pabrik berkapasitas 4.000 ton per tahun ini akan memakan waktu 18 bulan hingga 24 bulan. Alhasil, pada tahun 2018, perusahaan farmasi pelat merah ini bakal mengoperasikan pabrik garam farmasi dengan kapasitas 6.000 ton per tahun. Kedua pabrik ini dibangun seiring kebutuhan garam farmasi di Indonesia sebanyak 6.000 ton per tahun. Selama ini, suplai garam farmasi diperoleh dari luar negeri alias impor. "Jadi, kalau kedua pabrik ini beroperasi, 100% Indonesia tidak impor garam farmasi lagi," kata Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman pada gelaran Investor Summit and Capital Market Expo 2015 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/11).
Kimia Farma agresif bangun pabrik
JAKARTA. Perusahaan farmasi PT Kimia Farma Tbk akan mulai mengoperasikan pabrik garam farmasi tahap I di Jawa Timur pada bulan depan. Pembangunan pabrik berkapasitas 2.000 ton per tahun ini menelan dana investasi Rp 25 miliar. Tahun depan, Kimia Farma akan mulai menggarap pembangunan pabrik garam farmasi tahap II. Proses pembangunan pabrik berkapasitas 4.000 ton per tahun ini akan memakan waktu 18 bulan hingga 24 bulan. Alhasil, pada tahun 2018, perusahaan farmasi pelat merah ini bakal mengoperasikan pabrik garam farmasi dengan kapasitas 6.000 ton per tahun. Kedua pabrik ini dibangun seiring kebutuhan garam farmasi di Indonesia sebanyak 6.000 ton per tahun. Selama ini, suplai garam farmasi diperoleh dari luar negeri alias impor. "Jadi, kalau kedua pabrik ini beroperasi, 100% Indonesia tidak impor garam farmasi lagi," kata Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rosman pada gelaran Investor Summit and Capital Market Expo 2015 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/11).