Kimia Farma antisipasi kenaikan bahan baku dengan pengaturan jadwal pembelian



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mulai mengatur strategi untuk mengantisipasi pelemahan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, bila rupiah terus melemah, maka dapat dipastikan harga impor bahan baku industri berpeluang naik besar. 

Ganti Winarno, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengakui, sebagian besar industri masih bergantung pada impor. Sehingga kondisi pelemahan rupiah terhadap dollar AS ini harus segera diantisipasi.

"Salah satunya kami melakukan penjadwalan pembelian bahan baku dengan supplier termasuk juga harga dan jumlah yang akan dibeli," terang Ganti kepada Kontan.co.id, Senin (26/3).


Menurut Ganti setiap industri pasti sudah melakukan mitigasi risiko untuk pengembangan bisnis. "Termasuk salah satunya adalah risiko kurs," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan KAEF mencari sejumlah pendanaan eksternal untuk membiayai kebutuhan ekspansi tahun ini. Perusahaan farmasi pelat merah itu baru saja menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term note (MTN) senilai Rp 600 miliar.

MTN tahap kedua itu memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 7,75% per tahun. Hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk memenuhi belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex) KAEF. Pefindo telah menyematkan peringkat AA- untuk surat utang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi