Kimia Farma (KAEF) Kejar Kinerja Naik High Single Digit di 2026, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memproyeksikan kinerja keuangan yang terus membaik pada tahun 2026 di tengah berbagai tantangan industri farmasi dan dinamika ekonomi global. Hingga akhir 2026 KAEF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan berada pada kisaran single digit hingga low double digit. Sementara itu, laba bersih diharapkan terus mengalami perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Plt. Direktur Utama Kimia Farma, Hadi Kardoko, mengatakan perusahaan saat ini masih berada pada jalur perbaikan kinerja yang konsisten setelah berhasil membukukan EBITDA positif sepanjang 2025.

Baca Juga: Ini Daftar Harga Mineral Logam Acuan (HMA) pada Periode Pertama Juli 2026


“Perseroan berhasil membukukan EBITDA positif pada 2025 dan hingga kuartal I 2026 masih berada pada jalur yang sesuai dengan target," ujar Hadi kepada Kontan, Rabu (1/7/2026). 

Meski demikian, manajemen tetap mencermati berbagai tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja usaha, mulai dari dinamika geopolitik global, volatilitas harga energi dan bahan baku, biaya logistik, hingga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk menopang target tersebut, Kimia Farma bersama seluruh entitas anak menjalankan program transformasi yang tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga penguatan aspek komersial, proses bisnis, hingga manufaktur.

Di sisi investasi, KAEF menerapkan kebijakan belanja modal secara selektif dan disiplin dengan fokus pada investasi yang secara langsung mendukung peningkatan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis inti.

Pada 2026, alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) diprioritaskan untuk kebutuhan yang bersifat mandatory, mulai dari pemenuhan regulasi, pemeliharaan dan peremajaan aset, peningkatan standar fasilitas dan kualitas layanan, hingga penguatan infrastruktur operasional.

"Seluruh keputusan capex akan dilakukan dengan pendekatan yang sangat selektif, memastikan bahwa setiap investasi memiliki nilai tambah yang jelas terhadap peningkatan kinerja dan keberlanjutan bisnis Perseroan," ungkap Hadi.

Di tengah upaya pemerintah mendorong hilirisasi sektor kesehatan, Kimia Farma menilai pengembangan industri farmasi nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, Di antaranya dalam penyediaan bahan baku obat, pengembangan produk, kapasitas produksi, serta ketersediaan obat bagi masyarakat.

Baca Juga: PMI Manufaktur Turun ke 46,9, Industri Mebel Berupaya Pertahankan Tenaga Kerja

Manajemen juga menegaskan kesiapan kapasitas produksi dan sumber daya manusia untuk mendukung percepatan pengembangan industri farmasi nasional.

Dari sisi produksi, perusahaan mengoptimalkan fasilitas manufaktur agar lebih selaras dengan kebutuhan pasar, prioritas produk strategis, serta standar mutu industri farmasi melalui peningkatan efisiensi proses, penguatan quality assurance, dan sinergi antar entitas di Kimia Farma Group.

Sementara dari sisi SDM, penguatan kompetensi dilakukan pada area riset, produksi, quality, regulatory, supply chain, digitalisasi, hingga pengembangan produk agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan hilirisasi.

“Dengan kesiapan tersebut, Perseroan siap mendukung percepatan industri farmasi nasional yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News