Kimia Farma pastikan tidak naikkan harga jual obat hingga tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memastikan tidak akan menaikkan harga obat yang diproduksinya hingga tahun depan.

Mengutip kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di Bank Indonesia pada Selasa (26/6), kurs rupiah terhadap dolar berada di level Rp 14.163.

Sekretaris perusahaaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan pelemahan rupiah terhadap dolar AS tersebut. Maklum, beberapa pembelian bahan baku untuk produksi obat Kimia Farma menggunakan kurs dolar AS.


"Kami sudah sepakat dengan supplier dengan perencanaan pembelian bahan baku dengan harga tertentu untuk jangka waktu tertentu," katanya saat dihubungi Kontan.co.id Rabu (27/6).

Karenanya, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar tersebut bagi Kimia Farma tidak akan terlalu signfikan. Antisipasi sudah dilakukan sejak akhir tahun 2017 lalu.

Setidaknya hingga tahun depan, Ganti mengatakan pihaknya bisa tidak menaikkan harga obat seandainya kurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah. "Hingga tahun depan aman," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi