Kinerja Antam (ANTM) Diprediksi Cemerlang di Tengah Ancaman Resesi 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sudah jadi buah bibir kalau tahun depan akan jadi tahun yang berat karena isu resesi, masalah global dan juga geopolitik. Namun siapa sangka tahun depan justru akan jadi tahun yang baik bagi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) dan mengalami pertumbuhan penjualan.

Senior Analis DCFX Lukman Leong mengatakan, emas merupakan precious metal sebagai safe haven dan bukan industrial metal yang permintaan justru melemah saat resesi. Sehingga Lukman memprediksi ANTM akan bullish pada tahun 2023.

"Prospek permintaan emas fisik yang terus meningkat terutama pembelian oleh bank sentral akan menjadi katalis baik. Ditambah lagi, dengan meredanya kenaikan suku bunga tahun depan dan ekonomi yang akan mengalami perlambatan hingga resesi, harga emas diperkirakan akan naik paling tidak hingga US$1.900 per troi ons," ungkap Lukman dalam keterangannya, Selasa (27/12).


Bukan cuma itu, dari sisi harga emas yang diperkirakan masih akan terus naik dan penjualan emas adalah penyumbang terbesar pada pendapatan ANTM.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke Level US$1.807,69, Terkerek Pelemahan Dolar AS

"Saya melihat kinerja akan lebih baik tahun depan, baik dari sisi harga emas maupun produksi bahkan pendapatan ANTM bisa tumbuh pada kisaran 5% hingga 10%," jelas Lukman.

Namun Lukman juga mengingatkan untuk mewaspadai kebijakan suku bunga Federal Reserve yang walau diperkirakan masih akan tetap tinggi akan menekan appetite untuk emas.

Namun apabila inflasi berhasil turun lebih cepat dan ekonomi mengalami perlambatan yang siknifikan, maka The Fed mungkin akan menurunkan suku bunga lebih awal.

Hingga kuartal III 2022, ANTM mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih periode berjalan Rp 2,63 triliun. Laba emiten BUMN ini tumbuh 54% dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 1,71 triliun. Laba bersih per saham dasar ANTM naik menjadi Rp 109,31 dari sebelumnya Rp 71.18.

Kenaikan laba bersih ANTM sejalan dengan kenaikan pendapatan. Emiten pertambangan ini mencatatkan nilai penjualan Rp 33,68 triliun, tumbuh 27% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 26,48 triliun.

Produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan proporsi 70% terhadap total penjualan ANTM. Nilai penjualan emas ANTM mencapai Rp 23,53 triliun.

Kedua adalah feonikel sebesar Rp 4,91 triliun atau 15% dari total penjualan konsolidasian ANTM. Pada posisi ketiga, ada penjualan bijih nikel dengan kontribusi penjualan Rp 3,56 triliun.

Sementara, penjualan Bauksit dan Alumina mencapai Rp 1,44 triliun atau tumbuh 50% secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 959,24 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2.000 ke Rp 1.008.000 Per Gram, Selasa (27/12)

Penguatan profitabilitas segmen tecermin pula pada capaian laba bersih periode berjalan segmen bauksit dan alumina yang mencapai Rp 227,16 miliar pada kuartal III-2022, saat perusahaan berhasil membalikkan arah dari keadaan rugi bersih pada 9M21 sebesar Rp 507,38 miliar.

Ditambah lagi, tingkat pinjaman ber-bunga ANTM pada akhir kuartal III/2022 mencapai Rp 4,22 triliun, turun 28% dari posisi pinjaman pada 31 Desember 2021 sebesar Rp 5,87 triliun.

Soliditas posisi keuangan ini juga diapresiasi oleh pihak independen yang tercermin dari Corporate Credit Rating S&P Global ANTM tahun 2022 dengan capaian rating “B+/outlook Positif”.

 
ANTM Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto