Kinerja asuransi jiwa tradisional juga kendur



JAKARTA. Industri asuransi jiwa sepertinya harus kerja keras di tahun kuda ini. Pasalnya, pencapaian sepanjang tahun lalu tidak begitu menggembirakan. Bahkan, bukan cuma untuk produk asuransi jiwa berbasis investasi atau unitlink, kinerja produk asuransi jiwa tradisional yang notabene murni proteksi pun kian kendur.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan premi dari asuransi jiwa tradisional turun tipis 3,1%, yakni dari Rp 14,27 triliun di 2012 menjadi Rp 13,82 triliun di akhir tahun lalu. Premi bisnis barunya malah turun lebih dalam hingga negatif 8,1% menjadi Rp 10,18 triliun akhir tahun lalu.

Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI membela, meski premi bisnis barunya turun, ada sinyal positif datang dari pertumbuhan premi lanjutan. Pertumbuhan premi lanjutan dari asuransi jiwa tradisional itu mencapai 14,2%. “Pertumbuhan ini menandakan nasabah makin memahami pentingnya asuransi jiwa dalam memberikan perlindungan,” ujarnya, Kamis (13/3).


Kontribusi produk asuransi jiwa tradisional sendiri saat ini masih tercatat nomor dua atau sebanyak 45,4% dari total pendapatan premi industri yang sebesar Rp 113,93 triliun. Penyumbang utama masih diduduki oleh unitlink sebesar 54,6%. Unitlink itu terdiri dari premi tunggal dan premi regular.

Per 31 Desember 2013, industri asuransi jiwa membukukan aset sebesar Rp 289,70 triliun atau tumbuh 8,3% ketimbang tahun sebelumnya yang hanya berkisar Rp 267,56 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia