Kinerja Asuransi Properti Masih Berpeluang Tumbuh pada Sisa Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut kinerja asuransi properti masih berpeluang untuk bertumbuh pada sisa tahun ini, meski premi lini tersebut mengalami kontraksi pada semester I-2026. 

Asal tahu saja, kinerja premi asuransi properti mengalami kontraksi 13,6% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 15,51 triliun pada semester I-2026.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan potensi pertumbuhan lini asuransi properti dapat berasal dari sektor perumahan, kawasan industri, pabrik, pergudangan, gedung komersial, infrastruktur, hingga aset pemerintah. Dia bilang meningkatnya kerusakan akibat bencana juga memperlihatkan besarnya protection gap di Indonesia. 


"Hal itu juga dapat menjadi peluang untuk memperluas penetrasi asuransi properti, termasuk perlindungan risiko bencana," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Adira Finance Masih Lihat Ada Peluang Pertahankan Pertumbuhan Laba hingga Akhir 2026

Budi juga memandang pentingnya pengembangan skema asuransi bencana yang lebih luas, termasuk kemungkinan asuransi bencana wajib dengan dukungan pemerintah. 

Ia menyebut pertumbuhan asuransi properti ke depan tidak hanya didorong pembangunan aset baru, tetapi juga meningkatnya kebutuhan perlindungan atas aset yang sudah ada.

Sementara itu, AAUI menyampaikan klaim asuransi properti meningkat 75,8% secara YoY, dengan nilai mencapai Rp 5,78 triliun pada semester I-2026.

Sebagai informasi, AAUI mencatat, total premi industri asuransi umum mencapai Rp 58,19 triliun pada semester I-2026. Nilainya terkontraksi 0,5%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: MSCI Usulkan Indonesia Turun Kasta, Ini Risiko bagi Industri Keuangan Non Bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News