KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (
BREN) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada tiga bulan pertama 2026.
Pendapatan konsolidasian BREN meningkat 9,8% year on year (YoY) menjadi US$ 165 juta pada kuartal I-2026 berkat didorong oleh produksi listrik panas bumi yang stabil serta kinerja kuat dari segmen angin. EBITDA BREN meningkat 11,4% YoY menjadi US$ 145 juta pada kuartal I-20026 dengan margin EBITDA meningkat menjadi 87,6% dari 86,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mencerminkan efisiensi operasional dan disiplin biaya yang kuat. Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk BREN tumbuh 24% YoY menjadi US$ 43 juta, didukung oleh penurunan biaya pendanaan. Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) Raih Kinerja Keuangan Cemerlang pada Kuartal I-2026 BREN juga mempertahankan struktur keuangan yang solid, dengan total aset sebesar US$ 3,94 miliar dan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 2,23 kali per 31 Maret 2026. Secara operasional, BREN terus memperkuat portofolio panas bumi serta keunggulan operasionalnya. Proyek retrofit Wayang Windu berhasil diselesaikan pada kuartal I-2026, sehingga meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi BREN menjadi 926 megawatt (MW) sekaligus meningkatkan kinerja dan efisiensi pembangkit secara keseluruhan. Untuk ke depannya, BREN akan terus melanjutkan pengembangan proyek-proyek ekspansi utama, termasuk Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, serta retrofit Darajat Unit 3 yang diharapkan dapat meningkatkan total kapasitas panas bumi BREN menjadi lebih dari 1.000 MW pada akhir tahun 2026. Selain itu, Star Energy Geothermal, anak perusahaan BREN, sukses memperoleh penghargaan PROPER Emas. Ini merupakan penghargaan lingkungan tertinggi yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bentuk pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang unggul serta terhadap penerapan prinsip keberlanjutan yang melampaui kepatuhan terhadap regulasi. CEO Barito Renewables Energy Hendra Soetjipto Tan mengatakan, capaian ini didukung oleh kinerja yang stabil dari portofolio panas bumi serta kontribusi yang kuat dari segmen angin yang mencatatkan salah satu tingkat produksi tertinggi sejak Commercial Operation Date (COD). Operasi panas bumi BREN terus memberikan produksi listrik yang konsisten dan andal selama kuartal I-2026. "Kami juga berhasil menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada kuartal I-2026 yang semakin memperkuat fondasi operasional perusahaan ke depan," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/4/2026). Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan biaya pendanaan, BREN berhasil mencatat peningkatan margin dan profitabilitas. "Ke depan, kami akan terus fokus dalam mengeksekusi proyek ekspansi serta memperkuat posisi sebagai salah satu platform energi terbarukan terkemuka di Indonesia," pungkas dia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News