KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (
DSNG) mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026. Pendapatan DSNG tercatat Rp 2,88 triliun di kuartal I 2026, tumbuh 8% secara tahunan alias
year on year (YoY). Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan perusahaan.
Penjualan CPO meningkat 18% namun harga jual rata-rata (
average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.
Baca Juga: Cek Proyeksi IHSG untuk Pekan Ini dan Rekomendasi Sahamnya “Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program
replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026). Secara rinci, industri minyak sawit mentah menyumbang Rp 2,61 triliun ke pendapatan kuartal I 2026. Lalu, industri produk perkayuaan berkontribusi Rp 235,14 miliar dan energi terbarukan Rp 40,20 miliar. Andrianto bilang, tekanan pasar global pada industri kayu masih berlanjut hingga kuartal I 2026. Ini seiring melemahnya permintaan terhadap produk panel dan, terutama
engineered flooring yang memiliki eksposur tinggi ke Amerika Serikat (AS). Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan serta administrasi tarif di AS turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli dan penundaan keputusan pembelian. DSNG mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu meter kubik dan
engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56 ribu meter kubik. “Baik panel maupun
engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5% dan 63,2% YoY,” ungkapnya. Di tengah peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat 10% YoY menjadi Rp 2 triliun seiring peningkatan volume penjualan CPO.
“Namun, upaya perseroan dalam melakukan
deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba,” katanya. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih tercatat Rp 430,43 miliar di akhir Maret 2026, naik 16,91% YoY dari Rp 368,15 miliar. Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 40,61 di kuartal I 2026, naik dari Rp 34,73 di kuartal I tahun lalu.
Per 31 Maret 2026, DSNG punya total aset Rp 17,75 triliun. Ini naik tipis dari Rp 17,61 triliun per 31 Maret 2025. Total liabilitas DSNG sebesar Rp 5,69 triliun di akhir Maret 2026, turun dari Rp 5,97 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 12,06 triliun per kuartal I 2026, naik dari Rp 11,64 triliun di akhir tahun 2025. DSNG memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 635,77 miliar di akhir Maret 2026, turun dari Rp 603,16 miliar di periode sama tahun lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News