Kinerja ekspor turun, Kemdag panggil eksportir furnitur



JAKARTA. Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemdag), nilai ekspor produk rotan Indonesia menunjukkan tren penurunan sebesar 0,85 % sejak tahun 2005 hingga 2009. Untuk semester pertama tahun ini pun penyusutan nilai ekspor produk rotan mencapai 10,54% %. Terang saja, kinerja yang jeblok ini membikin pemerintah kalang-kabut. Yamanah, AC, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan (Kemdag) berencana memanggil eksportir furnitur rotan untuk mendapatkan informasi mengenai penurunan ekspor. “Ini turunnya sudah tinggi sekali,” katanya. Produk ekspor rotan yang mengalami penurunan semester I 2010 dibanding tahun sebelumnya itu adalah kursi rotan yang turun dari US$ 49,5 juta pada semester I tahun 2009 menjadi US$ 32,5 juta pada semester I tahun 2010. Begitu juga dengan ranjang maupun set meja makan rotan juga menyusut pada periode yang sama dari US$ 15 juta menjadi US$ 13,2 juta.Sepanjang semester pertama tahun ini, nilai ekspor furnitur rotan hanya mencapai US$ 117,5 juta; padahal pada periode yang sama tahun lalu mampu mencapai US$ 131 juta. Pada paruh pertama tahun ini, ekspor kerajinan dari rotan naik menjadi US$ 9,2 juta dari periode yang sama tahun 2009 lalu sebesar US$ 8,2 juta. Pemerintah sudah berupaya membatasi ekspor rotan mentah ke luar negeri. Nyatanya, ekspor rotan mentah malah naik menjadi US$ 15,7 juta pada semester pertama tahun ini dari US$ 13,4 juta pada semester pertama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: