Kinerja Emiten Konstruksi Diprediksi Positif, Saham-saham Ini Layak Dikoleksi



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana kenaikan anggaran infrastruktur pada tahun depan menjadi katalis positif bagi emiten konstruksi. Lantaran banyaknya program dan proyek infrastruktur yang akan mendorong kinerja emiten di sektor konstruksi.

Pemerintah telah menetapkan anggaran infrastruktur untuk tahun depan sebesar Rp 392 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2023, naik 7,75% dari anggaran tahun ini yang sebesar Rp 363,8 triliun.

Anallis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Aziz menilai saat ini kinerja emiten konstruksi tahun ini masih minim katalis positif dan tertekan akibat beban operasional yang tinggi. 


"Selain itu, kenaikan pada suku bunga bisa menjadi faktor penghambat kinerja bagi emiten konstruksi," jelasnya kepada Kontan.co.id, (22/10). 

Baca Juga: Musim Rilis Laporan Keuangan, Cek Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Senin (24/10)

Aziz menyampaikan kinerja emiten konstruksi ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dimana kontrak baru untuk beberapa emiten konstruksi sudah mengalami pertumbuhan. 

"Potensi tumbuh untuk proyek infrastruktur masih ada mengingat proyek pembangunan IKN akan dimulai pada 2023,"imbuhnya.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai saat ini emiten konstruksi dan infrastruktur mendapat angin segar. Langkah ini menjadi dorongan tambahan setelah rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

"Untuk prospek infrastruktur saat ini masih dari pembangunan infrastruktur IKN dan proyek strategis nasional," tuturnya. 

Baca Juga: Kenaikan Harga Tiket Pesawat Justru Mengerek Laba Weha Transportasi (WEHA)

Menurut Aziz prospek emiten konstruksi tahun depan masih memiliki potensi mencatatkan kinerja postif lantaran adanya proyek pembangunan infrastruktur IKN sehingga bisa berpotensi mendorong kinerja dari emiten konstruksi. 

"Emiten konstruksi ke depannya masih bisa berpotensi mencatatkan kinerja yang positif, terlebih tahun depan sudah mulai ada pembangunan pada IKN. Rekomendasi akumulasi buy untuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) untuk jangka panjang dengan potensi upside 15%-20%," jelasnya. 

 
WIKA Chart by TradingView

Jono mengatakan proyek IKN Ini menjadi sentimen positif bagi emiten konstruksi dan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kontrak emiten konstruksi. 

"Jika melihat anggaran infrastruktur 2023 yang lebih tinggi dari tahun ini, tentu pemerintah optimistis untuk menggenjot proyek-proyek infrastruktur meskipun di tengah ancaman resesi dan kenaikan suku bunga,"Imbuhnya.

Editor: Noverius Laoli