Kinerja Emiten Pelat Merah Belum Cerah, Cermati Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Hampir seluruh emiten yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah melaporkan kinerja keuangannya tahun 2022. 

Terbaru, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melaporkan, laba bersihnya pada 2022 tembus US$ 326,2 juta atau setara Rp 4,84 triliun. Laba bersih ini naik 7% secara tahunan.

Sayang, kinerja ciamik itu tak diikuti emiten BUMN telekomunikasi. 


PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), misalnya, mengantongi penurunan laba bersih 16,58% secara tahunan menjadi Rp 20,75 triliun.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 10% pada Lebaran 2023 Ini

Kinerja negatif juga dicatat sejumlah emiten BUMN konstruksi.  Salah satunya PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang rugi bersihnya melonjak 72,7% secara tahunan. 

Jika dicermati, hanya emiten BUMN di sektor perbankan yang kompak membukukan kenaikan laba bersih.

Head of Research Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima memproyeksi, kinerja emiten perbankan masih akan solid tahun ini. 

 
PGAS Chart by TradingView

Salah satu sentimen positifnya, antara lain, potensi penurunan suku bunga pada semester II-2023.

Untuk emiten BUMN karya, Raphon melihat, sektor ini masih akan diselimuti awan gelap karena dukungan APBN diprediksi tersendat. 

Kinerja emiten tambang BUMN juga diproyeksi jeblok tahun ini lantaran anjloknya harga komoditas. 

Baca Juga: Simak Deretan Emiten BUMN yang Kinerjanya Diproyeksi Solid Tahun Ini

Kendati begitu, Felix merekomendasi beli saham ANTM dan TINS dengan target harga masing-masing Rp 2.800 dan Rp 1.300. 

Sedang Raphon merekomendasi beli saham BBRI dan BBTN dengan target harga masing-masing Rp 6.400 dan Rp 1.900.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Jonathan Guyadi merekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 5.100. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli