KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek saham emiten sektor perunggasan (poultry) dinilai masih cukup positif hingga akhir 2026, ditopang oleh perbaikan harga
livebird serta efisiensi biaya pakan. Meski penyesuaian target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu kekhawatiran pasar, para analis menilai dampaknya relatif terbatas dan tidak merusak fundamental industri secara keseluruhan. Berikut rekomendasi saham sektor perunggasan dari sejumlah analis untuk perdagangan Senin (24/8/2026):
1. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (
CPIN) Analis Maybank Sekuritas Indonesia Paulina Margareta merekomendasikan
hold untuk saham CPIN dengan target harga Rp 3.500 per saham.
Baca Juga: IHSG Masih Bisa Menguat, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (18/8) Pemulihan kinerja CPIN dalam jangka pendek sebagian besar telah tercermin pada valuasi saham saat ini. Laba bersih CPIN pada semester I-2026 mencapai Rp 3,7 triliun atau melejit 95% YoY, ditopang oleh kuatnya EBIT segmen pakan ternak (feed) kuartal II-2026 sebesar Rp 1,24 triliun (naik 18% QoQ). Meskipun laba bersih diperkirakan bakal ternormalisasi dari kinerja semester pertama yang sangat kuat, profitabilitas CPIN diproyeksikan tetap berada di atas rata-rata historisnya seiring dengan struktur lingkungan industri yang semakin sehat. 2. PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk (
MAIN) Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi merekomendasikan
buy untuk saham MAIN dengan target harga Rp 900 per saham. Kinerja MAIN pada kuartal III-2026 diperkirakan masih tumbuh positif, meski tidak sekuat semester pertama tahun ini. Prospek tersebut ditopang oleh harga ayam hidup (live bird) dan DOC yang relatif stabil serta permintaan domestik yang mulai membaik.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (19/8) Di sisi lain, perseroan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan baku pakan, khususnya soybean meal (SBM), fluktuasi nilai tukar rupiah karena sebagian besar bahan baku masih diimpor, hingga potensi kelebihan pasokan DOC maupun broiler yang dapat menekan harga jual.
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (
JPFA) Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi merekomendasikan
add untuk saham JPFA dengan target harga Rp 2.650 per saham. Keunggulan utama JPFA terletak pada model bisnis perunggasan terintegrasi penuh dari hulu ke hilir yang membentang dari feed, DOC, broiler, hingga produk olahan berdaya tambah. Skala usaha dan posisi JPFA sebagai produsen dua besar livebird dan DOC nasional memberikan ketahanan margin operasional segmen pakan di kisaran 9%–11%, termasuk dalam menghadapi skema sentralisasi impor soybean meal (SBM).
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Sideways, Simak 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (18/8) Pendapatan JPFA diproyeksikan tumbuh 11,1% YoY pada 2026 dengan estimasi kenaikan laba bersih mencapai 16,3% YoY. Risiko utama yang perlu dicermati investor mencakup dinamika regulasi pemerintah terkait impor pakan serta tingkat persaingan industri. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News