KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten ritel pada semester I-2023 diperkirakan akan tetap positif didorong oleh pemulihan ekonomi meningkatkan mobilitas dan daya beli masyarakat. Analyst MNC Sekuritas Raka Junico mengatakan kinerja emiten ritel seperti
ACES,
MAPI dan
ERAA masih menunjukkan tren positif terlihat pada kinerja kuartal I-2023 yang masih sesuai dengan proyeksi. Raka cukup optimis kinerja emiten ritel pada semester I-2023 atau hingga akhir tahun secara agregat masih akan tumbuh positif di dorong oleh laporan keuangan di kuartal I-2023, serta momentum Idul Fitri dan Lebaran 2023.
Baca Juga: Kinerja Emiten Ritel Kuartal I-2023 Membaik, Simak Rekomendasi Analis "Untuk pendapatan di kuartal II dapat tumbuh
mid-high atau
single digit secara agregat dalam skenario moderate," Jelasnya kepada Kontan.co.id, sebelumnya. Raka menyampaikan seiring perubahan status pandemi menjadi endemi tentu akan meningkatkan mobilitas dan daya beli masyarakat, sehingga berpotensi mendorong naiknya permintaan konsumen. Di sisi lain terkait
social commerce, menurut Raka dampaknya akan sangat minim lantaran emiten retail berorientasi pada produk menengah dan tinggi, selain itu beberapa emiten retail memiliki
loyalty program dan
base customer yang tinggi. "Beberapa emiten ritel juga sudah mengadopsi konsep
social commerce untuk meningkatkan kualitas
omnichannel mereka," tuturnya. Adapun, Raka melihat prospek emiten ritel hingga akhir tahun masih akan positif, terutama pada kuartal IV seiring dengan adanya musim liburan menjelang akhir tahun. Ditambah beberapa emiten ritel masih akan terus melakukan ekspansi gerai sehingga berpotensi meningkatkan kinerja ke depannya.
Baca Juga: Mobilitas Kembali Normal, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham Pakuwon Jati (PWON) Selain itu, pemulihan pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko atau
same store sales growth (SSSG) juga diekspektasikan terus berlanjut. Ditambah indeks keyakinan konsumen yang bertahan di atas 120. Kondisi ini didukung dengan tren penurunan inflasi serta momentum periode kampanye dan pemilu 2024. Selain itu, Raka mengatakan sentimen negatif berasal dari faktor eksternal yaitu pemulihan ekonomi di AS dan Tiongkok yang melambat sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara lain. "Beberapa risiko masih tetap ada, seperti keterlambatan pengiriman suplai yang menyebabkan meningkatkan inventory level," jelasnya.
Baca Juga: Multi Medika (MMIX) Catatkan Pertumbuhan Kinerja Bisnis yang Dinamis Raka merekomendasikan beli untuk saham ERAA dengan target harga Rp 690 per saham, lantaran ERAA memiliki beberapa product yang baik sehingga menopang pendapatan di tengah exposure penurunan volume pengiriman smartphone, akibat kelangkaan chip yang masih berlangsung. Menurut Raka ERAA juga melanjutkan diversifikasi unit bisnis, terutama ke arah
active lifestyle untuk menangkap momentum
new healthy habits seperti tren olahraga pasca pandemi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News Editor: Noverius Laoli