Kinerja EXCL Diproyeksi Membaik Pasca Merger XL-Smartfren, Cek Rekomendasi sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) pada 2026 dinilai masih menghadapi tantangan, meski ruang perbaikan mulai terbuka seiring berjalannya proses pasca-merger PT XL Axiata Tbk dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).

EXCL saat ini tengah berhadapan dengan risiko pangsa pasar. Jumlah pelanggan seluler EXCL turun sekitar 15 juta sejak rencana merger oleh EXCL dan FREN, meskipun sebagian penurunan ini dipengaruhi oleh proses pembersihan data pelanggan.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menjelaskan, penurunan jumlah pelanggan seluler EXCL sejak pengungkapan rencana merger lebih disebabkan faktor teknis. 


Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Beli Saham Barito Renewables Energy (BREN)

Hal ini mencakup proses normalisasi basis pelanggan dan churn selama integrasi jaringan dan sistem.

“Penurunan pelanggan pasca-merger lebih bersifat teknis. Ke depan, basis pelanggan diperkirakan akan cenderung stabil, dengan peluang pemulihan secara bertahap,” ujar Sukarno kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, perbaikan kualitas jaringan serta fokus pada pelanggan dengan average revenue per user (ARPU) yang lebih baik akan menjadi penopang utama kinerja operasional EXCL ke depan. 

Namun, ketatnya persaingan industri telekomunikasi dinilai masih akan membatasi pertumbuhan agresif jumlah pelanggan, termasuk pada segmen broadband yang sempat mencatatkan penurunan hingga kuartal III 2025.

Dari sisi katalis, Sukarno menilai realisasi sinergi biaya pasca-merger menjadi faktor kunci yang patut dicermati investor sepanjang 2026. 

Selain itu, peningkatan ARPU serta pertumbuhan layanan data, segmen enterprise, dan broadband juga berpotensi menopang kinerja EXCL.

“Sebaliknya, risiko yang perlu diwaspadai meliputi tekanan tarif industri, ARPU yang masih lemah, sisa biaya integrasi, serta faktor makro seperti daya beli masyarakat dan tingkat suku bunga,” jelasnya.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Rp 16.904 per Dolar AS pada Senin (19/1) Pagi

Secara kinerja keuangan, EXCL mencatat pendapatan sebesar Rp 30,54 triliun pada kuartal III 2025, tumbuh 20,44% secara tahunan (YoY). 

Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp 2,6 triliun, berbalik dari laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sukarno memperkirakan, pada 2026 pendapatan EXCL masih berpeluang tumbuh secara moderat. 

Sementara itu, rugi bersih diperkirakan akan menyempit seiring mulai terealisasinya efisiensi dan sinergi operasional, meskipun pemulihan laba penuh dinilai belum akan terjadi dalam waktu dekat.

“Perbaikan profitabilitas akan berlangsung bertahap, sejalan dengan selesainya proses integrasi,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, Sukarno merekomendasikan hold untuk saham EXCL dengan target harga Rp 4.300 per saham.

Selanjutnya: Hasil M7 MLBB Knockout Stage dan Bracket, Tim Indonesia akan Menghadapi Filipina

Menarik Dibaca: Promo Starbucks Hari Ini 19 Januari, Nikmati 2 Kopi Favorit Hanya Rp 55 Ribu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News