Kinerja Greg Abel Jadi Sorotan Jelang Rapat Tahunan Berkshire 2 Mei 2026



KONTAN.CO.ID - Perhatian investor global tertuju pada kinerja awal Greg Abel sebagai CEO baru, menjelang rapat tahunan Berkshire Hathaway yang akan digelar Sabtu, 2 Mei 2026.

Pertemuan yang berlangsung di CHI Health Center Omaha ini menjadi momen penting untuk melihat bagaimana arah perusahaan setelah transisi kepemimpinan dari Warren Buffett.

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 60 tahun, Buffett tidak lagi memimpin rapat sebagai CEO. Ia tetap hadir sebagai chairman, tetapi peran utama kini sepenuhnya berada di tangan Abel.


Baca Juga: Profil El Jardinero, Otak Kartel CJNG yang Diringkus di Meksiko

Performa Awal Greg Abel Mulai Diuji Pasar

Sejak diumumkan sebagai penerus Buffett pada 2025, Greg Abel menghadapi ekspektasi besar dari investor. Namun, respons pasar sejauh ini masih cenderung hati-hati.

Mengutip laporan Reuters pada Kamis (30/4), saham Berkshire tercatat turun sekitar 12% sejak pengumuman tersebut, berbanding terbalik dengan indeks S&P 500 yang justru naik sekitar 25%

Kondisi ini membuat rapat tahunan 2026 menjadi ajang penting untuk menilai apakah Abel mampu menjaga kepercayaan pasar.

Di tengah tekanan tersebut, Abel mulai mengambil langkah awal, termasuk melanjutkan kembali program buyback saham pada Maret 2026 setelah sempat terhenti hampir setahun.

Dalam rapat tahunan nanti, Greg Abel dijadwalkan memimpin sesi tanya jawab bersama sejumlah eksekutif utama, seperti Ajit Jain, Katie Farmer, dan Adam Johnson.

Berbeda dengan era Buffett dan Charlie Munger yang identik dengan diskusi panjang, format tahun ini lebih ringkas dan kolektif.

Fokus pembahasan juga akan menyoroti lini bisnis utama Berkshire, mulai dari asuransi, perkeretaapian, hingga energi.

Baca Juga: CEO Airbus Buka Suara Soal Konflik Jet Tempur Eropa, Cek Juga Profil Guillaume Faury

Tantangan Besar Dihadapi Abel

Sebagai CEO, Abel menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengelola cadangan kas Berkshire yang mencapai sekitar US$373 miliar.

Di sisi lain, kinerja bisnis mulai melambat dengan laba operasional turun 6% pada 2025.

Perusahaan juga belum melakukan akuisisi besar dalam satu dekade terakhir, meski sempat membeli bisnis kimia milik Occidental Petroleum senilai US$9,5 miliar.

Selain itu, Abel kini mengawasi sebagian besar portofolio saham Berkshire yang bernilai sekitar US$300 miliar, termasuk investasi di Apple, American Express, dan Coca-Cola.

Menariknya, ia tidak memiliki latar belakang sebagai manajer investasi saham.

Meski begitu, Abel bukan sosok baru. Ia telah lama diproyeksikan sebagai penerus Buffett, terutama berkat keberhasilannya memimpin Berkshire Hathaway Energy.

Pemahamannya terhadap budaya perusahaan yang mengedepankan desentralisasi dan efisiensi juga diprediksi akan menjadi senjata utama Abel.

Baca Juga: Direktur FBI Kash Patel Seret Media ke Jalur Hukum, Tak Terima Dituduh Pemabuk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News