Kinerja Indeks IDXG30 Masih Ditopang Saham-Saham Sektor Perbankan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks IDX Growth 30 (IDXG30) masih mencatatkan pertumbuhan yang lumayan di sepanjang tahun ini. Prospek kinerja IDXG30 diperkirakan tetap positif yang utamanya akan ditopang oleh saham-saham sektor perbankan.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mencermati bahwa kinerja indeks IDXG30 cukup bagus meskipun tidak terlalu signifikan. Secara year to date (YtD) per tanggal 24 Maret 2023, return IDXG30 masih bertumbuh 0,09%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan return IDX Value 30 (IDXV30) yang -7,39% atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekalipun yang -1,29%.

Sebagai informasi, IDXG30 mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.


Menurut Sukarno, prospek kinerja IDXG30 ke depannya masih ada peluang lanjut untuk bertumbuh seiring penurunan beberapa harga saham mulai mereda dan valuasinya menjadi lebih murah. Apalagi secara umum fundamental emiten yang tergabung dalam IDXG30 juga bagus. Saham yang memiliki valuasi lebih rendah dan memiliki relatif valuasi price to book value (PBV) di bawah 1x dan price to earning ratio (PER) di bawah 10x bisa memberikan potensi keuntungan lebih tinggi nantinya.

“Tetapi, harus tetap melihat perkembangan kinerja terakhir dan potensi kinerja ke depannya akan seperti apa,” ujar Sukarno kepada Kontan.co.id, Sabtu (25/3).

Baca Juga: IHSG Menurun, Simak Targetnya di Akhir Tahun

Sukarno melihat saham sektor perbankan saat ini sangat menarik dicermati karena kinerja yang berhasil tumbuh signifikan dan termasuk ke dalam sektor unggulan yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Selain itu, saham sektor telekomunikasi di bagian tower juga bisa menjadi perhatian.

Research & Consulting Manager, Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro menilai performa IDXG30 secara tahun berjalan memang cukup baik, yang berhasil mengalahkan beberapa indeks utama seperti Jakarta Islamic Index, IDX Value 30, hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IDXG30 hanya lebih rendah dibandingkan kinerja indeks populer lainnya seperti LQ45 dan IDX 30.

Prospek kinerja indeks IDXG30 dianggap bagus ke depannya karena lebih dari separuh pertumbuhan kinerja IDXG30 ditopang oleh saham perbankan top 4 yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Emiten sektor perbankan tersebut dinilai memiliki fundamental serta prospek kinerja sangat baik.

“Jadi kinerja IDXG30 akan dapat dorongan dari emiten perbankan tersebut,” ujar Nico kepada Kontan.co.id, Jumat (24/3).

Nico berpandangan bahwa, potensi upside dari IDXG30 bakal tinggi karena didukung fundamental, serta prospek bisnis emiten perbankan yang sangat solid. Jika menilik laporan keuangan terkini dari BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI terpantau mengalami lonjakan laba bersih secara tahunan.

Baca Juga: Laba Mayoritas Penghuni LQ45 Sesuai Ekspektasi, Simak Rekomendasi Saham Bluechip Ini

Katalis positif emiten sektor perbankan yakni dari pertumbuhan kredit Indonesia yang diperkirakan masih tinggi di tahun ini dan juga akan tetap kuat di tahun depan. Nah, posisi paling baik untuk mencaplok permintaan ini adalah bank-bank besar.

Selain itu, di tengah krisis perbankan global dan ketidakpastian di pasar, maka ada kemungkinan deposan akan lebih menempatkan dananya di bank besar yang mapan seperti emiten perbankan top 4 tersebut.

Dari sisi valuasi saham, emiten perbankan ini dianggap mempunyai valuasi yang sangat wajar. Bahkan, harga saham BBRI dan BBNI itu dinilai undervalued dibandingkan dengan emiten perbankan lainnya yang terlihat dari rasio PBV.

Sementara, Nico berujar, dampak kebangkrutan bank besar global seperti Silicon Valley Bank (SVB) tampaknya tidak akan berpengaruh terhadap industri perbankan domestik. Kemungkinan hanya cukup terjadi panic selling dalam jangka waktu pendek yang sudah terjadi di pekan lalu saat tekanan kolapsnya SVB masih sangat besar.

Baca Juga: Performa IHSG Masih Negatif, Begini Skenarionya Hingga Akhir Tahun

Terbukti, saham perbankan berbalik menguat (rebound) karena kepercayaan pasar pasar terhadap emiten dan sektor perbankan domestik yang masih kuat dan stabil di tengah ketidakpastian dalam pasar modal global.

Sektor perbankan memiliki fundamental yang kuat, prospek bisnis yang bagus dan secara valuasi juga oke. Inilah yang membuat emiten sektor perbankan sangat menarik, sehingga bisa menjadi pendorong tumbuhnya indeks IDXG30.

Secara analisis fundamental maupun teknikal, Nico merekomendasikan buy untuk keempat saham top perbankan. Saham BBCA memiliki target harga di area Rp 9.400 per saham. BMRI dapat mencermati target harga di level Rp 11.000 per saham.

Untuk BBNI, investor dapat buy dengan target harga di Rp 9.900 per saham. Sementara, BBRI dapat buy dengan memperhatikan target harga di Rp 5.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati