KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tertekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sehingga membuat kinerja merosot. Meski begitu, analis tetap memandang positif saham ini karena kinerja diproyeksikan bisa membaik tersokong penyelenggaraan pemilu tahun depan. Bedasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2018, laba bersih INDF tercatat turun 13,6% secara tahunan menjadi Rp 2,82 triliun dari sebelumnya Rp 3,26 triliun. Sedangkan, perolehan pendapatan hanya naik 3,1% secara tahunan menjadi Rp 54,74 triliun. Andy Ferdinand Analis Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan laba bersih INDF turun karena industri konsumsi masih melemah. Selain itu, laba bersih INDF menurun karena dari divisi bogasari juga mengalami penurunan laba bersih. Tercatat laba segmen ini turun 14,89% secara tahunan menjadi Rp 772,46 miliar. Meski, secara volume penjualan memang produk segmen Bogasari masih catatkan kenaikan sebesar 9,37% secara tahunan menjadi Rp 12,52 triliun.
Kinerja INDF menurun, analis masih memandang saham INDF bisa positif
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tertekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar sehingga membuat kinerja merosot. Meski begitu, analis tetap memandang positif saham ini karena kinerja diproyeksikan bisa membaik tersokong penyelenggaraan pemilu tahun depan. Bedasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2018, laba bersih INDF tercatat turun 13,6% secara tahunan menjadi Rp 2,82 triliun dari sebelumnya Rp 3,26 triliun. Sedangkan, perolehan pendapatan hanya naik 3,1% secara tahunan menjadi Rp 54,74 triliun. Andy Ferdinand Analis Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan laba bersih INDF turun karena industri konsumsi masih melemah. Selain itu, laba bersih INDF menurun karena dari divisi bogasari juga mengalami penurunan laba bersih. Tercatat laba segmen ini turun 14,89% secara tahunan menjadi Rp 772,46 miliar. Meski, secara volume penjualan memang produk segmen Bogasari masih catatkan kenaikan sebesar 9,37% secara tahunan menjadi Rp 12,52 triliun.