Kinerja Indonesia Fibreboard Industry (IFII) Terdongkrak Karena Faktor Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) telah menuntaskan proyek pembangunan Medium Density Fibreboard (MDF) Line 2 yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kehadiran pabrik baru ini akan memberi dampak positif bagi kinerja IFII pada masa mendatang.

Sebagaimana diketahui, MDF Line 2 milik IFII telah beroperasi secara komersial sejak April 2023. IFII merealisasikan investasi kurang lebih sebesar Rp 819 miliar untuk pembangunan pabrik tersebut. Dana investasi ini 70% di antaranya berasal dari pinjaman perbankan sedangkan 30% sisanya dari arus kas perusahaan.

MDF Line 2 memberi tambahan kapasitas produksi bagi IFII sebanyak 200.000 meter kubik (m³) per tahun, sehingga total kapasitas produksi MDF terpasang yang dimiliki perusahaan berjumlah 450.000 m³ per tahun. Selain fasilitas produksi, pabrik ini juga dilengkapi pembangkit listrik dan pergudangan (warehouse).


Baca Juga: Indonesia Fibreboard Industry (IFII) Optimistis Raih Kenaikan Penjualan Bersih 10%

Direktur Indonesia Fibreboard Industry Setiawan Tjuju menuturkan, kehadiran MDF Line 2 seolah menjadi booster bagi kelangsungan bisnis IFII. Kenaikan penjualan bersih yang diraih IFII hingga kuartal III-2023 juga dipengaruhi oleh beroperasinya pabrik baru tersebut. Ini mengingat tambahan kapasitas dari MDF Line 2 memudahkan IFII dalam memenuhi setiap permintaan MDF dari para pelanggan, terutama di pasar ekspor.

“Kontribusi MDF Line 2 setelah dioperasikan April lalu telah sesuai dengan apa yang kami ekspektasikan,” ujar dia dalam paparan publik, Jumat (1/12).

 
IFII Chart by TradingView

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Indonesia Fibreboard Industry Heffy Hartono menyebut, tidak menutup kemungkinan IFII akan kembali mengembangkan pabrik baru lagi pada masa mendatang. Hal ini tentu melalui sejumlah pertimbangan seperti kondisi pasar MDF atau kayu olahan global dan kondisi keuangan perusahaan.

“Apabila memungkinkan, kami akan terus berkembang ke depannya,” imbuh dia.

Sekadar catatan, per kuartal III-2023, penjualan bersih IFII naik 6,46% year on year (YoY) menjadi Rp 682,95 miliar. Di sisi lain, laba bersih IFII berkurang 17,25% YoY menjadi Rp 62,51 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .