Kinerja Investasi Dana Pensiun Mulai Pulih, Volatilitas Masih Membayangi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja investasi industri dana pensiun (dapen) mulai menunjukkan perbaikan pada awal semester II-2026. Namun, pemulihan tersebut masih terbatas dan belum mampu menyamai kinerja pada periode yang sama tahun lalu.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri dapen mencatat return on investment (ROI) sebesar 0,95% pada Juli 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Juni 2026 yang hanya 0,02%.

Meski membaik, ROI Juli 2026 masih jauh di bawah capaian Juli 2025 yang mencapai 4,22%.


Baca Juga: RoI Dana Pensiun Naik Jadi 0,95% per Juli 2026, ADPI Ungkap Pendorongnya

Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi mengatakan, perbaikan ROI tersebut salah satunya ditopang oleh strategi pengelola dapen yang memperbesar porsi investasi pada instrumen dengan karakter lebih stabil, seperti deposito berjangka dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selain itu, perbaikan pasar saham dan obligasi pada Juli turut membantu kinerja investasi dapen. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan mulai berkurangnya aliran dana keluar dari pasar modal domestik.

Dengan kondisi tersebut, peluang perbaikan kinerja investasi dapen hingga akhir 2026 masih terbuka. Namun, Bambang memperkirakan capaian tahun ini kemungkinan belum mampu menyamai kinerja 2025.

Baca Juga: OJK Sebut Instrumen ETF Emas Bisa Jadi Alternatif Investasi Dana Pensiun

"Meski kemungkinan masih di bawah pencapaian pada 2025," kata Bambang, Kamis (10/9).

Sebagai gambaran, industri dapen mencatat ROI sebesar 8,18% sepanjang 2025.

Volatilitas masih mengancam

Meski tren mulai membaik, pengelola dapen tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar keuangan pada sisa tahun ini. Pergerakan pasar saham dan obligasi dinilai masih menjadi faktor penting yang akan menentukan capaian ROI.

Bambang menilai pengelola dapen perlu lebih cermat membaca arah pasar dalam menentukan strategi investasi agar peluang perbaikan kinerja dapat dipertahankan.

Perbaikan pasar juga tercermin pada kinerja Dana Pensiun BCA. Pada Juli 2026, ROI Dana Pensiun BCA meningkat menjadi 2,40% dari 1,65% pada bulan sebelumnya.

Penempatan investasi pada instrumen SRBI turut memberikan kontribusi positif terhadap yield sekaligus membantu menjaga fleksibilitas likuiditas portofolio.

Baca Juga: OJK Catat Aset Industri Program Dana Pensiun Naik 6,70% per Juli 2026

"Sekaligus penjaga fleksibilitas likuiditas portofolio di tengah tren kenaikan alokasi SRBI secara industri," ujar Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno.

Menurut Budi, dinamika geopolitik dan arah pergerakan suku bunga acuan masih menjadi tantangan bagi pasar keuangan hingga akhir 2026. Kendati demikian, peluang untuk mempertahankan tren perbaikan kinerja investasi masih terbuka.

Untuk itu, Dana Pensiun BCA akan memanfaatkan tingkat yield pada instrumen pendapatan tetap untuk mengunci imbal hasil jangka panjang.

Di sisi lain, likuiditas akan dioptimalkan melalui penempatan pada instrumen pasar uang yang kompetitif.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengingatkan bahwa perkembangan kondisi pasar masih akan memengaruhi kinerja investasi dapen.

Baca Juga: Dana Pensiun Borong SRBI, Investasinya Melonjak 132% Jadi Rp18,52 Triliun

OJK pun mendorong pengelola dapen menerapkan prinsip kehati-hatian, sekaligus memperkuat pengelolaan aset dan liabilitas untuk menjaga kinerja investasi di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News