KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrosea Tbk (
PTRO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada tiga bulan pertama tahun 2026, didorong oleh pertumbuhan signifikan pada pendapatan dan laba kotor. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, PTRO membukukan pendapatan sebesar US$ 284,13 juta pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak 84,24% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan pendapatan pada periode sebelumnya yang sebesar US$ 154,22 juta.
Kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari segmen pertambangan yang mencapai US$ 154,42 juta. Selain itu, segmen rekayasa dan konstruksi menyumbang US$ 106,43 juta, diikuti oleh segmen EPC minyak dan gas lepas pantai sebesar US$ 13,59 juta, serta segmen jasa sebesar US$ 9,19 juta. Sejalan dengan ekspansi bisnis, beban usaha langsung PTRO juga meningkat 79,15% yoy menjadi US$ 247,44 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya US$ 138,12 juta.
Baca Juga: Kinerja ANTM Kuartal I-2026 Melonjak, Laba Bersih Tumbuh 60,09% YoY Meski demikian, lonjakan pendapatan yang lebih tinggi mendorong laba kotor naik signifikan sebesar 127,89% yoy menjadi US$ 36,69 juta, dibandingkan US$ 16,10 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, tekanan terjadi pada laba sebelum pajak yang turun 48,65% yoy menjadi US$ 1,71 juta dari sebelumnya US$ 3,33 juta. Penurunan ini dipengaruhi oleh kenaikan beban operasional, khususnya beban penjualan dan administrasi yang meningkat 22,59% yoy dari US$ 9,96 juta menjadi US$ 12,21 juta. Selain itu, lonjakan beban bunga dan keuangan sebesar 90,01% yoy—dari US$ 9,11 juta menjadi US$ 17,31 juta—turut menekan profitabilitas perusahaan pada periode tersebut. Di sisi lain, perusahaan mencatatkan penurunan beban pajak penghasilan bersih sebesar 72,89% yoy dari US$ 2,31 juta menjadi US$ 626.000, yang membantu menopang kinerja laba bersih.
Alhasil, hingga akhir kuartal I-2026, PTRO berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,39 juta, tumbuh 50,54% yoy dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar US$ 920.000. Dari sisi posisi keuangan, total aset PTRO tercatat mencapai US$ 1,61 miliar per akhir kuartal I-2026. Nilai tersebut terdiri dari total liabilitas sebesar US$ 1,30 miliar dan ekuitas sebesar US$ 306,56 juta. Kinerja ini mencerminkan ekspansi operasional yang agresif dari PTRO, meskipun diiringi dengan peningkatan beban yang perlu dikelola secara hati-hati untuk menjaga profitabilitas ke depan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News