Kinerja KINO berpotensi meleset dari target



JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mencatat pendapatan Rp 2,7 triliun per September 2016. Artinya, emiten konsumer tersebut perlu mengejar penjualan sekitar Rp 900 miliar lagi untuk merealisasikan target Rp 3,6 triliun hingga akhir tahun.

"Masih kami usahakan untuk mengejar ketinggalan akhir kuartal keempat ini," ujar Presiden Direktur KINO kepada KONTAN, Kamis (27/10).

Untuk mengejar sisa Rp 900 miliar itu gampang-gampang susah. Sebab, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.


Di sisi lain, musim penghujan juga turut mempengaruhi bisnis KINO, khususnya untuk segmen minuman. Musim hujan membuat minat konsumen mencari minuman dengan nuansa segar menjadi berkurang.

"Kalau musim-musim seperti ini (musim hujan), penjualannya malah bisa turun 20%," tambah Harry.

Asal tahu saja, dari total penjualan KINO, segmen minuman menjadi kontributor terbesar kedua setelah segmen perawatan tubuh. Per September, penjualannya Rp 921,69 miliar atau setara sekitar 24% dari total penjualan.

Sementara, segmen perawatan tubuh penjualannya tercatat Rp 1,25 triliun. Angka ini setara 46% terhadap total penjualan perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto