Kinerja Kuartal I Stagnan, CARS Incar Peluang Pertumbuhan dari Mobil Hybrid



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS), pengelola jaringan dealer Toyota Nasmoco di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih menghadapi tantangan berat di tengah perlambatan industri otomotif nasional.

Investor Relations & Corporate Communications CARS Yosef mengatakan penjualan mobil nasional dalam beberapa tahun terakhir mengalami tren penurunan setelah sempat menembus level 1 juta unit pada 2023.

“Di mana penjualan 1 juta unit yang tercapai di 2023 itu ternyata dalam dua tahun ke depan itu mengalami penurunan. Dari 865.000 unit sampai ke 803.000 unit di tahun 2025," ujar Yosef dalam agenda paparan publik, Kamis (25/6). 


Baca Juga: Pemerintah Resmikan Mini LNG Plant di Jatim, Bisa Produksi LPG 9.800 Ton per Tahun

Di wilayah operasional CARS yang mencakup Jawa Tengah dan DIY, kondisi pasar juga belum menunjukkan pertumbuhan berarti. Yosef menyebut pasar otomotif regional pada tiga bulan pertama tahun ini cenderung stagnan.

Selain lemahnya permintaan, penerapan opsen pajak daerah turut menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis dealer otomotif di wilayah tersebut.

“Jadi kondisi penerapan opsen tersebut juga memberikan pengaruh terhadap penjualan dari grup Nasmoco. Karena itu meningkatkan dari biaya ya, biaya kepemilikan kendaraan sendiri. Karena penerapan opsen itu bisa menimbulkan kenaikan pajak biaya balik nama itu sekitar 30%," jelas Yosef. 

Meski demikian, CARS melihat perkembangan kendaraan elektrifikasi justru membuka peluang pertumbuhan baru. Di pasar Jawa Tengah dan DIY, pangsa pasar kendaraan listrik telah mencapai sekitar 8% pada kuartal I-2026, sedangkan kendaraan hybrid mencapai 11%.

Yosef menilai tren tersebut menjadi peluang bagi perusahaan  untuk memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid.

CARS juga berharap peluncuran Toyota New Veloz Hybrid yang mulai dipasarkan Grup Nasmoco pada kuartal II-2026 dapat menjadi pendorong pertumbuhan penjualan hingga akhir tahun.

Dari sisi operasional, volume penjualan mobil CARS pada kuartal I-2026 tercatat turun 19% secara tahunan menjadi sekitar 3.106 unit dari sebelumnya 3.835 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Kendati demikian, struktur penjualan CARS masih ditopang oleh segmen multi purpose vehicle (MPV) yang menyumbang 57% terhadap total penjualan, terutama berasal dari model Avanza dan Innova. 

Segmen low cost green car (LCGC) memberikan kontribusi sebesar 21%, sementara sport utility vehicle (SUV) menyumbang sekitar 16%. Perseroan menilai segmen SUV masih memiliki potensi pemulihan seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan yang mendukung gaya hidup masyarakat.

"Dengan komposisi 16%. Walaupun memang ada sedikit penurunan tapi kita percaya ini akan tetap memiliki potensi rebound. Di mana sektor ini adalah sektor yang lebih memenuhi keinginan di gaya hidup ya. Untuk SUV," kata Yosef. 

Penurunan volume penjualan tersebut turut berdampak pada pendapatan perusahaan. Pada kuartal I-2026, pendapatan konsolidasi CARS tercatat sebesar Rp 1,1 triliun, turun 21% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,4 triliun.

Namun, tekanan terhadap pendapatan berhasil diimbangi melalui berbagai langkah efisiensi yang dijalankan perseroan, mulai dari pengendalian margin laba kotor, penghematan biaya operasional hingga optimalisasi pengelolaan modal kerja untuk menekan biaya bunga.

Hasilnya, laba bersih perseroan hanya turun terbatas sebesar 4% menjadi Rp 46 miliar pada kuartal I-2026, dibandingkan Rp 48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Bidik Momentum Belanja Kebutuhan Liburan Sekolah, Begini Strategi Blibli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News