Kinerja Kuartal II Memuaskan, Ini Rekomendasi Saham-saham Jagoan Samuel Sekuritas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Samuel Sekuritas menilai, musim rilis laporan keuangan kuartal II-2022 mendapat respons positif dari pelaku pasar. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 6,6% sejak pertengahan Juli 2022 sampai dengan pertengahan Agustus 2022.

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi dalam Market Update August 2022 Strategy Report mengatakan, laporan keuangan para emiten cukup memuaskan. 

Sebanyak 50 perusahaan dalam coverage Samuel Sekuritas yang telah merilis laporan keuangan kuartal II-2022 mencatatkan peningkatan laba bersih akumulatif 46,3% secara tahunan alias year on year (YoY). Sebagian besar berasal dari sektor perbankan, otomotif, dan komoditas.


Prasetya meyakini bahwa saham dengan fundamental yang kuat dan prospek pendapatan yang baik akan mengungguli IHSG selama siklus kenaikan suku bunga. 

Baca Juga: Kinerja Kembali Membaik, Cermati Rekomendasi Saham Emiten Restoran

"Dari segi sektor, Samuel Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk sektor bank, consumer staples, telekomunikasi, dan menara telekomunikasi," kata Prasetya dalam risetnya yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (26/8).

Di sektor perbankan, BBRI menjadi saham pilihan teratasnya, disusul oleh BMRI. Samuel Sekuritas percaya bahwa bank dengan rekam jejak yang lebih baik dalam manajemen kualitas aset, memiliki permodalan yang kuat, dan penetrasi yang lebih baik ke segmen hasil tinggi (high-yielding segment) akan mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi di masa depan.

Kemudian, sektor telekomunikasi juga menjadi favorit karena tiga faktor pendukung. Mulai dari potensi persaingan internalnya yang sudah menurun, peningkatan penggunaan smartphone dan pendapatan data, hingga tren peningkatan neraca keuangan di sektor ini.

Dalam jangka panjang, Samuel Sekuritas masih optimis dengan prospek monetisasi data industri. 

"Namun, kami mulai melihat ada potensi turunnya peningkatan (bersih) yield data efektif rata-rata industri dalam jangka pendek atau kuartal berikutnya jika inflasi melonjak di bulan-bulan mendatang," ucap Prasetya.

ISAT dan EXCL merupakan pilihan teratasnya di sektor telekomunikasi. Pasalnya, kedua perusahaan tidak hanya diuntungkan dari monetisasi data, tetapi juga faktor-faktor positif lainnya, seperti ekspansi ke luar Jawa, implementasi konvergensi seluler tetap untuk EXCL, dan sinergi setelah M&A dengan perusahaan telekomunikasi lain untuk ISAT.

Baca Juga: ADHI, GIAA Hingga WSKT Gelar Right Issue, Mana yang Menarik?

Selanjutnya, sektor barang konsumen dipilih karena menjadi salah satu sektor yang dapat menahan dampak siklus kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut utamanya terjadi pada perusahaan dengan ekuitas merek yang tinggi yang memiliki keleluasaan lebih untuk membebankan (pass-on) kenaikan biaya produksi kepada konsumen.

Untuk sektor ini, Samuel Sekuritas memilih ICBP dan KLBF sebagai saham pilihan teratasnya. ICBP dipilih karena merupakan pemimpin pasar di segmen mi instan dengan pangsa pasar nasional 70% dan pertumbuhan penjualan Pinehill yang mempunyai target wilayah di Timur Tengah dan Afrika.

Untuk KLBF, saham ini dipilih karena ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendukung pertumbuhan perusahaan ke depannya. Sebut saja kenaikan harga jual produk di semester 2 2022 sebesar 3%-5%, peluncuran obat biologis (PD1 dan insulin), serta sinergi dengan Sanofi Indonesia dan Samudera Indonesia.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas menetapkan peringkat netral untuk sektor kesehatan, unggas, semen, konstruksi, ritel, batu bara, dan properti. Sementara itu, peringkat underweight disematkan untuk sektor peritel dan bank digital.

 
BBRI Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi