Kinerja Medco Energi (MEDC) Moncer, Laba Bersih Naik Hampir 800% di Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) catat kinerja keuangan yang solid di semester I-2026. Di mana, laba bersih MEDC melonjak hampir 800% di enam bulan pertama 2026.

Berdasarkan laporan keuangan MEDC yang dirilis Senin (21/9/2026), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemiliki entitas induk tercatat sebesar US$ 275,32 juta. Realisasi tersebut melonjak 796,5% dibanding laba bersih semester I-2025 yang hanya US$ 30,71 juta.

Lonjakan laba bersih ditopang pendapatan yang juga naik. Di mana, pada semester I-2026, pendapatan MEDC mencapai US$ 1,41 miliar atau naik 23,35% dibanding periode yang sama tahun lalu. Di mana, pendapatan di semester I-2025 sebesar US$ 1,15 miliar.


Sementara itu, EBITDA MEDC tercatat sebesar US$ 805 juta dan laba kotor sebesar US$ 588 juta. Biaya kas produksi minyak dan gas terjaga di US$ 8,4 per barel setara minyak, di bawah panduan tahun ini.

Baca Juga: Resmi! Harga Minimum Saham Rp 50 Turun Jadi Rp 1 Mulai 28/9/2026, Cek Saham Terdampak

Lonjakan laba bersih MEDC di semester I-2026 seiring meningkatnya produksi minyak dan gas, dan membaiknya harga minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh.

Posisi utang konsolidasi MEDC pada akhir Juni tercatat US$ 4.13 miliar dengan kas dan setara kas sebesar US$ 1,4 miliar, sementara rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk Restricted Group' terjaga pada 1,4 kali atau di bawah panduan yaitu 2,5x pada harga mid-cycle US$ 65 per barel.

Selain cetak kinerja keuangan moncer, MEDC juga mencatatkan kinerja operasional yang mentereng, Di mana, produksi minyak dan gas MEDC pada semester I-2026 mencapai 170 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), sesuai panduan 2026, di mana gas menyumbang sekitar 72% dari total produksi.

Capaian produksi minyak dan gas tersebut ditopang oleh kinerja blok-blok migas MEDC, yaitu volume produksi Blok Corridor seiring tambahan hak partisipasi, kinerja produksi Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengeboran pengembangan lapangan Bualuang di Thailand, selesainya proyek Bisat C di Blok 60 Oman, serta kontribusi produksi penuh dari proyek Senoro Fase 2A.

CEO MEDC Ronald Gunawan mengatakan bahwa hasil kinerja perusahaan di semester I-2026 mencerminkan keandalan perusahaan dalam eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.

 
MEDC Chart by TradingView

"Fokus kami sepanjang semester ini adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan," ujar Ronald dalam rilis yang diterima KONTAN, Selasa (22/9/2026).

Pada semester ini, MEDC juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana Perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama perusahaan di Malaysia.

Segmen ketenagalistrikan mencatat penjualan listrik 2.323 GWh, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, ditopang keandalan operasi Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listrik Batam (ELB), dan beroperasinya PLTS Bali Timur.

Energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi MEDC. Sementara investasi pertambangan tembaga dan emas pada PT Amman Mineral Internasional memberikan kontribusi positif seiring beroperasinya smelter dengan kapasitas penuh.

Dengan raihan kinerja di paruh pertama 2026, MEDC mempertahankan panduan kinerja 2026 dengan target produksi minyak dan gas sebesar 165 MBOEPD - 170 MBOEPD serta penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh dan mempertahankan biaya kas produksi minyak dan gas di bawah US$ 10 per barel setara minyak.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (22/9): IHSG Masih Rawan Koreksi

Seiring dengan komitmen MEDC untuk berinvestasi pada peluang-peluang pertumbuhan yang bernilai tambah, MEDC menaikkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi US$ 450 juta - US$ 475 juta untuk segmen Minyak & Gas Bumi, serta hingga US$ 50 juta untuk segmen Ketenagalistrikan.

Dengan realisasi kinerja keuangan dan operasional yang mumpuni, MEDC mendapatkan peringkat kredit idAA- dari Pefindo serta peringkat internasional dari Fitch, S&P, dan Moody's tetap dipertahankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News