Kinerja Membaik, Kimia Farma (KAEF) Perkuat Strategi Bisnis hingga Akhir 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) terus memperkuat strategi bisnis untuk menjaga tren perbaikan kinerja hingga akhir 2026. Perseroan akan mengandalkan optimalisasi jaringan, efisiensi operasional, penguatan kanal digital, serta pergeseran portofolio produk ke kategori dengan margin lebih tinggi.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Kimia Farma mempertahankan momentum pemulihan kinerja. Sebagai informasi, KAEF berhasil menekan rugi bersih dari Rp842 miliar sepanjang 2024 menjadi Rp334,9 miliar pada 2025.

Perbaikan berlanjut pada semester I-2026. KAEF membukukan laba bersih sebesar Rp54,07 miliar, berbalik dari rugi pada periode sebelumnya.


Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan penjualan neto sebesar 7,6% menjadi Rp4,70 triliun pada semester I-2026, dari Rp4,36 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, laba usaha melonjak 111,3% menjadi Rp152,21 miliar dari sebelumnya Rp72,01 miliar.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Bandara CGK Tutup hingga 09.30 WIB, 22.798 Penumpang Terdampak

Corporate Secretary Kimia Farma Ida Rasita mengatakan, perseroan akan terus mendorong pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat produktivitas bisnis yang sudah berjalan.

Salah satu fokus berada di bisnis ritel melalui PT Kimia Farma Apotek (KFA). Dengan jaringan lebih dari 1.000 apotek, perseroan tidak sekadar mengejar penambahan jumlah gerai, tetapi lebih mengutamakan peningkatan produktivitas dan profitabilitas jaringan yang sudah ada.

"Sepanjang 2026, bisnis ritel Apotek Kimia Farma yang dijalankan oleh anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk, yaitu PT Kimia Farma Apotek, berfokus pada peningkatan produktivitas dan profitabilitas jaringan, bukan sekadar menambah jumlah gerai," ujar Ida kepada Kontan, Minggu (6/9).

Optimalisasi dilakukan melalui peningkatan sales per outlet, penguatan portofolio produk, serta peningkatan kualitas layanan. Perseroan juga mendorong efisiensi inventory dan biaya serta memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas operasional.

Untuk ekspansi, Kimia Farma tetap membuka peluang penambahan gerai secara selektif. Ekspansi akan mempertimbangkan potensi pasar, kebutuhan layanan kesehatan, lokasi, hingga kelayakan ekonomi.

Selain jaringan fisik, KAEF juga memperkuat strategi omnichannel untuk menangkap perubahan perilaku konsumen. Melalui KFA, perseroan mengembangkan Kimia Farma Mobile serta memperluas akses melalui marketplace dan quick commerce seperti Tokopedia, TikTok Shop, GrabMart, dan Good Doctor.

Ida mengatakan, kanal digital diposisikan sebagai tambahan kanal penjualan dan bukan pengganti gerai fisik. Jaringan apotek yang luas juga dapat dimanfaatkan sebagai fulfillment dan service point untuk transaksi digital.

"Perseroan melihat kanal digital dan gerai fisik bukan sebagai dua kanal yang saling menggantikan, melainkan sebagai kanal yang saling melengkapi dan memperkuat," jelasnya.

Di sisi portofolio, Kimia Farma juga terus menjalankan strategi switching ke produk dengan margin lebih tinggi. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki sales mix sekaligus meningkatkan profitabilitas bisnis ritel.

KFA memperkuat diversifikasi produk dari bisnis obat menuju kategori consumer health dan higher-margin products. Produk yang menjadi fokus antara lain vitamin dan suplemen, derma atau dermocosmetic, personal care, mother & baby, weight care, serta medical device.

"Tujuannya bukan hanya meningkatkan penjualan, melainkan juga memperbaiki sales mix dan profitabilitas bisnis ritel," kata Ida.

Pengembangan kategori tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan potensi pasar, tingkat pembelian berulang atau repeat purchase, serta margin yang lebih menarik. KFA juga menyesuaikan product mix dengan kebutuhan konsumen di masing-masing jaringan apotek.

Menurut Ida, strategi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan sekaligus memperbesar kontribusi kategori produk yang mampu memberikan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Di tengah strategi penguatan bisnis tersebut, Kimia Farma memastikan seluruh kegiatan operasional perseroan tetap berjalan. Hal ini mencakup kegiatan manufaktur, distribusi, apotek, dan layanan kesehatan di seluruh jaringan Kimia Farma.

Perseroan juga tengah melakukan kajian komprehensif atas Keputusan Arbitrase Internasional terkait perkara transaksi investasi dan kepemilikan saham pada perseroan dan anak usahanya serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kimia Farma menyatakan tetap berpedoman pada ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta bersikap kooperatif terhadap otoritas berwenang.

Sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi, KAEF merupakan perusahaan healthcare terintegrasi dari hulu hingga hilir. Perseroan memiliki sembilan fasilitas produksi, 44 cabang trading & distribution, lebih dari 1.000 jaringan apotek, lebih dari 350 klinik kesehatan, dan 60 laboratorium medis.

Baca Juga: Kimia Farma Optimistis Bisnis Apotek Makin Prospektif, Begini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News