Kinerja Meningkat pada 2022, Nusa Konstruksi (DGIK) Optimistis Tahun 2023 Lebih Baik



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) telah merilis laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2022.  Perusahaan ini tercatat meraup laba bersih sebesar Rp 8,24 miliar, meningkat lebih dari 5% dibandingkan laba bersih pada tahun 2021 yang senilai Rp 7,84 miliar.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kontan.co.id pada Rabu (5/4), pada tahun 2022 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 373,04 miliar. Realisasi pendapatan tersebut naik tipis dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp366,45 miliar.

Direktur Utama Nusa Konstruksi Enjiniring, Heru Firdausi Syarif, memaparkan, perbaikan performa laba maupun pendapatan usaha DGIK pada tahun lalu didorong oleh efisiensi dan efektifitas operasional yang dilakukan oleh Perseroan. 


Baca Juga: Siap Ekspansi di 2023, Sejumlah Emiten Ini Siapkan Belanja Modal

"Raihan kontrak baru di tahun ini juga sudah memperlihatkan peningkatan yang signifikan, Perseroan optimistis bisa meraih pertumbuhan yang lebih tinggi ke depan tentunya dengan perolehan kontrak baru yang ditargetkan oleh Perseroan untuk tahun 2023," ungkap Heru, dalam keterangannya. 

Dalam hal perolehan kontrak baru, lanjut Heru, pada tahun 2022, DGIK membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp814,7 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan raihan kontrak baru sepanjang tahun 2021 yang hanya sebesar Rp167 miliar.

Dia memerinci, kontrak baru di tahun 2022 berasal dari proyek infrastuktur jalan seperti proyek Tol Solo – Jogja seksi 1, bangunan pendidikan, Rumah Sakit, high rise building, dan proyek pembangunan jalan kawasan. 

Menurut Heru, porsi proyek infrastruktur dalam portofolio kontrak perseroan memang meningkat signifikan. 

Baca Juga: Nusa Konstruksi (DGIK) Kantongi Kontrak Baru Rp 814 Miliar per September 2022

Hal ini seiring dengan langkah transformasi bisnis perseroan untuk peningkatan di bisnis infrastruktur, pasca kehadiran PT Global Dinamika Kencana (GDK) sebagai pengendali baru serta telah dilakukannya akuisisi kepemilikan di PT Dirgantara Yudha Artha (DYA).

DGIK pun optimistis di tahun 2023 akan mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, meskipun dibayangi dengan perkiraan resesi global dan tekanan terhadap laju pertumbuhan ekonomi domestik. 

"Perseroan saat ini memiliki modal yang kuat dalam mengoptimalkan pertumbuhan ke depan baik berupa posisi neraca keuangan yang solid, operasional yang semakin efisien, peningkatan pada segmen infrastruktur dan selesainya proses konsolidasi dan sinergi di bisnis jasa konstruksi dengan PT Dirgantara Yudha Artha” tutup Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli