Kinerja Menurun, Begini Rencana ABM Investama (ABMM) untuk Hadapi 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengalami tekanan kinerja keuangan dan operasional pada 2025 seiring tantangan di industri pertambangan batubara nasional. Walau begitu, ABMM mampu menerapkan berbagai inisiatif strategis untuk mengoptimalkan pencapaian operasional dan menjaga kinerja secara keseluruhan. ABMM mencatatkan penurunan pendapatan 13,5% year on year (yoy) menjadi US$ 1,04 miliar pada akhir 2025. EBITDA yang disesuaikan ABMM juga ikut menyusut 21,2% yoy menjadi US$ 339,4 juta. Begitu pula dengan laba bersih perusahaan yang tergerus 49,3% yoy menjadi US$ 70,6 juta. Dari sisi operasional, volume pengupasan lapisan penutup (overburden removal) ABMM menurun 12,9% yoy menjadi 235,4 juta bcm pada 2026. Volume pengambilan batubara (coal getting) ABMM juga terkoreksi 12,4% yoy menjadi 34,5 juta ton. Di lini bisnis perdagangan bahan bakar, ABMM mencatatkan volume penjualan sebanyak 357,4 juta liter pada 2025. ABMM turut mencatat kinerja bisnis logistik yang solid dengan tingkat ketepatan waktu pengiriman sebesar 94,5%.

Baca Juga: Pendapatan ABM Investatama (ABMM) Tertekan, Laba Bersih Susut Hampir 50% di 2025 Di segmen jasa dan fabrikasi, ABMM berhasil meningkatkan tingkat ketepatan pengiriman secara menyeluruh (on-time in-full) menjadi 83,8%. Manajemen ABMM menyebut, sepanjang 2025 emiten ini memfokuskan pelaksanaan berbagai strategi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas operasional serta pengelolaan liabilitas secara strategis guna menjaga struktur neraca yang kuat dan pengelolaan arus kas yang lebih prudent. Upaya tersebut menghasilkan perbaikan kinerja pada semester II-2025 dibandingkan semester I-2025 yang ditandai dengan peningkatan indikator operasional utama, yaitu volume pengupasan lapisan penutup dan coal getting yang masing-masing meningkat sebesar 9,8% dan 19,7%. Peningkatan kinerja operasional ini tercermin dalam indikator pencapaian keuangan yang lebih baik pada semester II-2025 dengan pendapatan konsolidasian meningkat 4,8%, sementara biaya pendapatan terkoreksi tipis sebesar 3,9%. Kondisi tersebut menghasilkan pertumbuhan laba kotor ABMM sebesar 142,7% pada semester II-2025 bila dibandingkan semester I-2025 yang menegaskan efektivitas arah strategis perusahaan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan bisnis dalam periode berikutnya.

Baca Juga: ABM Investama (ABMM) Peroleh Fasilitas Kredit dari Bank Domestik Rp 4,2 Triliun Memasuki tahun 2026, ABMM akan memfokuskan pengembangan operasional tambang batubara di  Provinsi Aceh yang telah berhasil merealisasikan penjualan batubara perdana pada Februari 2026. Tambang tersebut diharapkan dapat mencapai produksi bulanan yang stabil untuk mendukung kinerja ABMM sepanjang 2026. Selain itu, aset tambang batubara yang baru diakuisisi di Kalimantan Tengah saat ini tengah menjalani proses kelengkapan perizinan yang diperlukan menjelang target Commercial Operation Date (COD) pada kuartal III-2026. Sejalan dengan pedoman yang berlaku, ABMM tetap berkomitmen penuh untuk menerapkan dan menjunjung tinggi prinsip Good Mining Practices di seluruh lokasi operasional. Untuk ke depannya, ABMM juga akan terus melaksanakan inisiatif strategis jangka panjang yang berfokus pada pengembangan sumber pendapatan non-batubara, khususnya pada segmen logistik dan pabrikasi, melalui pertumbuhan non-organik di bisnis-bisnis yang berdekatan (adjacent businesses). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam ekosistem usaha ABMM serta memastikan keselarasan strategi dengan visi perusahaan untuk memperkokoh posisi Perseroan sebagai entitas rantai nilai pertambangan yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia. Direktur ABM Investama, Hans Manoe mengatakan, capaian kinerja ABMM pada 2025 lalu mencerminkan hasil dari pelaksanaan strategi yang dijalankan secara konsisten di seluruh unit usaha emiten tersebut. "Dengan berfokus pada keunggulan operasional serta pengelolaan keuangan yang disiplin, kami telah memperkuat fundamental Perseroan dan menjaga daya saing serta kinerja di tengah persaingan industri melalui optimalisasi aset operasional dan pengelolaan investasi strategis secara efektif guna mendukung pertumbuhan jangka panjang," ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Jumat (27/3/2026). Dia menambahkan, ABMM senantiasa waspada terhadap perubahan lingkungan eksternal dan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.


Baca Juga: Anak Usaha ABM Investama (ABMM) Dapat Fasilitas Kredit Perbankan Rp 4,2 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News