Kinerja Merdeka Copper (MDKA) akan Terdorong IPO Anak Usaha, Ini Rekomendasi Sahamnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials (MBM), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diperkirakan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada kuartal II 2023. Aksi korporasi tersebut diproyeksikan bakal membawa efek positif terhadap kinerja keuangan MDKA.

Analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario memaparkan, setelah IPO, MBM memiliki rencana untuk berekspansi ke lini produk nikel matte dan PLTMH, yang memiliki nilai lebih sebagai produk nikel kelas I. MBM memiliki konsesi SCM dengan sumber daya 1,1 miliar dmt nikel, terbesar ketiga di dunia.

Dengan jumlah sumber daya dan kadar nikel tersebut dan tingkat konsumsi bijih limonite 40 juta ton/tahun, serta tambahan 10 juta ton/tahun maka bijih saprolite di IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) diperkirakan bisa beroperasi hingga 37 tahun.


Baca Juga: Begini Prospek Merdeka Copper Gold (MDKA) Jelang IPO Merdeka Battery Materials

"Ditambah dengan melonjaknya permintaan nikel dan manajemen biaya tunai, marjin perusahaan akan meningkat secara substansial," tulisnya dalam riset, Kamis (2/3).

Nikel juga mendominasi sekitar 72% dari pendapatan MDKA dan memiliki prospek yang menggiurkan, didorong dari pengembangan proyek ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan. Alif memproyeksikan pendapatan nikel meroket sebesar 90% secara tahunan menjadi US$ 931 juta di 2023.

Di samping nikel, outlook kinerja dari segmen emas yang permintaannya terdongkrak karena kenaikan suku bunga bank sentral AS turut berpotensi mendorong permintaan emas perhiasan. Pihaknya memperkirakan pendapatan dari segmen itu bisa tumbuh hingga 24% ke US$ 265 juta pada 2023.

Selanjutnya, permintaan dari sektor tembaga juga diperkirakan akan tetap stabil dan sangat diuntungkan dari pembukaan kembali China, serta semakin bertumbuhnya sektor energi hijau.  "Pendapatan dari sektor tembaga diproyeksikan tumbuh sebesar 4,8% secara tahunan menjadi US$ 155 juta pada 2023," paparnya.

Alif memproyeksi pendapatan MDKA bisa mencapai US$ 1,37 miliar pada 2023 atau naik 58% secara tahunan, dan sebesar US$ 1,80 miliar pada 2024 atau tumbuh 31% secara tahunan.

Baca Juga: Emiten Ramai Buyback, Bisakah Investor Mencuil Peluang?

MNC Sekuritas menyematkan rating buy untuk MDKA dengan target harga Rp 5.560 per saham. 

Adapun, sejumlah risiko yang dihadapi di antaranya kenaikan inflasi AS yang masih terus berlanjut dan pemulihan ekonomi China yang lebih lambat dari perkiraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi