Kinerja Mitrabara (MBAP) tergerus penurunan harga batubara



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kinerja keuangan PT Mitrabara Adiperdana Tbk tertekan penurunan harga batubara. Sepanjang semester pertama tahun ini pendapatan emiten berkode saham MBAP ini turun tipis 0,12% menjadi US$ 127,93 juta, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya MBAP masih mengantongi pendapatan US$ 128,09 juta.

Beban pendapatan perusahaan juga meningkat jadi US$ 85,43 juta atau 25,78% lebih besar ketimbang beban pada semester 1 2018 US$ 67,92 juta. Alhasil laba kotor mereka turun 29,39% menjadi US$ 42,49 juta.

Baca Juga: Mitrabara Adiperdana (MBAP) produksi 2 juta ton batubara hingga semester I-2019


Tak hanya itu, beban penjualan MBAP juga meningkat dari US$ 10,87 juta menjadi US$ 15,25 juta pada paruh pertama tahun ini. Sehingga laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada entitas induk sebesar US$ 16,73 juta anjlok 51,50% dari laba bersih semester 1 2018 US$ 34,50 juta.

“Mayoritas penurunan kinerja keuangan lebih disebabkan penurunan harga batubara,” kata Chandra Lautan, Sekretaris PT Mitrabara Adiperdana pada Kontan, Selasa (20/8).

Dari periode Januari sampai Juni tahun ini perusahaan berhasi memproduksi sekitar 2 juta ton atau sudah mencapai 50% dari target produksi tahun 2019. Emiten pertambangan batubara ini memasang target produksi 4 juta ton batubara pada tahun ini.

Memasuki paruh kedua 2019 pihaknya fokus untuk mencapai target produksi yang sudah ditetapkan. Adapun tantangan mereka saat ini harga batubara yang berada dalam tren penurunan.

Baca Juga: Harga acuan turun, emiten tambang batubara kompak lakukan efisiensi

Guna menghadapi penurunan harga batubara mereka terus melakukan efisiensi biaya dalam kegiatan operasional. Sebagai informasi, MBAP memproduksi batubara berkualitas tinggi yang mempunyai kandungan abu dan sulfur rendah yakni dengan kalori 5000 kcal per kg, 5200 kcal per kg, 5400 kcal per kg, dan 5700 kcal per kg. Untuk pemasarannya emiten berkode saham MBAP ini menjajakkan batubara ke pasar domestic dan ekspor.

Adapun pasar ekspor MBAP meliputi India, China, Filipina, Korea Selatan, ke Taiwan, ke Jepang, New Zealand, Pakistan, dan Sri Lanka. Untuk pasar domestik, perseroan sudah mengunci kontrak dengan Paiton Energy. Sementara untuk belanja modal hingga Juni 2019 mereka sudah menyerap 41% total belanja modal tahun ini, MBAP mengalokasikan capex untuk keperluan bangunan dan infrasatruktur, mesin, alat tambang, dan supporting kegiatan operasional tambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini