Kinerja Multistrada Arah Sarana (MASA) terbantu insentif PPnBM dan ekspor produk ban



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Produsen ban, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), berhasil mencetak kinerja yang positif dalam sembilan bulan pertama tahun 2021. Bisnis ban MASA cukup terbantu oleh insentif PPnBM di sektor otomotif dan kontribusi dari penjualan ekspor.

Sekadar informasi, per kuartal III 2021, penjualan bersih MASA tumbuh 48,22% (yoy) menjadi US$ 290,81 juta. Di saat yang sama, laba bersih MASA melonjak 258,08% (yoy) menjadi US$ 48,73 juta. 

Presiden Direktur Multistrada Arah Sarana Steven Vette menyampaikan, diskon PPnBM 100% untuk otomotif berefek sangat baik karena dapat mendorong penjualan otomotif dan sektor turunannya, seperti ban.


“Dengan perpanjangan insentif PPnBM, kami harapkan bisa menjadi booster untuk pemulihan bisnis yang lebih cepat,” imbuh dia, Kamis (25/11).

Baca Juga: Penjualan moncer, Panca Anugrah Wisesa (MGLV) revisi target pendapatan

Penjualan bersih MASA khusus di kuartal III-2021 sebenarnya masih ditopang oleh penjualan ban ke pasar ekspor. Di pertengahan tahun atau saat kuartal kedua, penjualan ekspor MASA sempat sedikit menurun lantaran kemunculan gelombang kedua Covid-19 di Indonesia yang mempengaruhi aktivitas bisnis.

Mengutip laporan keuangan MASA per kuartal III-2021, penjualan MASA di pasar ekspor tercatat sebesar US$ 242,60 juta atau melesat.

Sebagian besar penjualan ekspor MASA ditujukan kepada Amerika sebesar US$ 221,05 juta. Kemudian disusul oleh Asia sebesar US$ 16,41 juta dan Australias sebesar US$ 2,22 juta.

Baca Juga: Pendapatan Multistrada Arah Sarana (MASA) tumbuh 84% pada semester I-2021

Ke depan, Manajemen MASA optimistis penjualan di pasar ekspor tetap berada dalam tren yang positif dan terus memberi kontribusi yang besar terhadap total penjualan perusahaan. Hal ini ditopang oleh permintaan produk ban yang besar, terutama dari kawasan Amerika. 

Untuk itu, pihak MASA mencoba memperkuat kemampuan produksinya agar mampu memenuhi permintaan yang datang. Belum ada pula rencana peluncuran varian ban baru dari emiten tersebut.

“Kami fokus pada optimalisasi hasil pabrik dan fokus pada produk yang sudah ada dulu,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli