Kinerja oke, JPMorgan jadi primadona Wall Street



NEW YORK. Bursa AS masih melanjutkan reli hingga penutupan tadi malam (13/4). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 melesat 1% menjadi 2.082,42. Ini merupakan level tertinggi sejak 4 Desember lalu. Volume transaksi kemarin 8,1% lebih tinggi dari volume transaksi rata-rata 30 harian.

Sementara itu, dari 30 saham yang terhimpun pada indeks Dow Jones Industrial Average, hanya ada lima saham yang tertekan. Alhasil, indeks Dow Jones ditutup dengan kenaikan 1,1% menjadi 17.908,28.

Beragam sentimen menjadi vitamin segar bagi Wall Street. Pertama, data neraca perdagangan China yang semakin membaik. Mengutip data yang dirilis pemerintah China, tingkat pengiriman barang ke luar naik 11,5% dalam mata uang dollar pada Maret dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


Sedangkan tingkat impor China mengalami penurunan ke level terendah dalam 17 bulan terakhir sebesar 7,6% pada Maret. Alhasil, China menorehkan penurunan surplus neraca perdagangan senilai US$ 29,9 miliar, terkecil dalam setahun terakhir.

Kedua, rilis kinerja JPMorgan Chase & Co, bank dengan aset terbesar di AS, yang lebih baik dari prediksi. Saham JPMorgan melonjak 4,2% setelah meirilis perolehan laba kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.

Sektor finansial sepertinya menjadi primadona pada transaksi tadi malam. Sebab, selain JPMorgan, saham sejumlah bank lain juga melaju. Sebut saja Bank of America Corp, Wells Fargo & Co, dan Citigroup Inc yang masing-masing menorehkan kenaikan setidaknya 2,6%. Ketiga bank dijadwalkan akan merilis kinerjanya pekan ini.

Selain itu, perusahaan yang populer menjadi target oleh short seller juga reli. Salah satunya Goldman Sachs Group Inc yang mencatatkan kenaikan terbesar sejak 2 Maret lalu.

"Saat data ekonomi AS lemah, tapi data dari luar negeri cukup baik dan data China lebih baik dari prediksi," jelas Mark Kepner, equity trader Themis Trading LLC yang berbasis di New Jersey.

Dia menambahkan, meski JPMorgan mengalami kuartal yang sulit, namun kinerja mereka masih melampaui estimasi pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie